Makna Pragmatik Tindak Tutur Direktif Pada Tari Gathutkaca Gandrung
ABSTRAK: Penelitian ini adalah
untuk mengungkap makna pragmatik tindak tutur direktif pada Tari Gathutkaca
Gandrung dalam resepsi perkawinan adat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan perspektif teori pragmatik Parker dan Charles
Morris tentang relasi tanda. Adapun hasil penelitian ini menggambarkan dominasi
tindak tutur direktif dalam pertunjukan Tari Gathutkaca Gandrung pada resepsi perkawinan
adat budaya Jawa yang dimaknai sebagai bentuk perintah bersifat tidak langsung.
Penanggap (orang tua) menghendaki agar sepasang pengantin berkena menikmati
nilai estetis, supaya jiwanya menjadi lebih halus, lebih santun, peka terhadap lingkungan
sehingga sikap, perilaku, dan tindakannya menjadi lebih baik. Makna perintahberikutnya
agar sepasang pengantin dapat menyerap nilai-nilai pendidikan tentang usaha yang
keras, semangat, dan perjuangan yang berat seperti yang digambarkan pada TariGathutkaca
Gandrung agar dicontoh sebagai bekal untuk membina keluarga yang harmonis dan
bahagia.
Penulis: Maryono
Kode Jurnal: jpantropologidd150091