KONSEP LAWANG SEWU ATAU WHITE BOX SEBAGAI FENOMENA BARU PROSES KREATIF KEBERTUBUHAN
ABSTRAK: Konsep penciptaan
tari oleh Sardono W. Kusumo terinspirasi dari gerakan sirkulasi udara dari
sebuah bangunan tua di kota Semarang Jawa Tengah bernama ‘Lawang Sewu’ yang
berarti sebuah bangunan dengan ‘seribu jendela/pintu’. Pada kenyataannya gerak
aliran udara masuk dan keluar bangunan tidak memiliki kesempatan untuk
menciptakan ‘bentuk’ yang mapan. Demikianlah konsep ‘Lawang sewu’ adalah sebuah
‘panduan’ untuk penjelajahan kemungkinan ruang kaitannya dengan korporealitas.
Hal ini dipikirkan seba- gai sebuah training kepekaan sebagaimana yang terjadi
pada fenomena swarming dengan kecerdasan kerumunannya’ yang mengungkapkan
kecepatan dan akurasi gerak tanpa ha- rus bertabrakan satu dengan yang lainnya.
Akhir-akhir ini, jenis gerak semacam ini juga dikaitkan dengan wacana global,
berkaitan dengan perspektif seni yang bisa diamati se- bagai realitas fiksi
atau realitas hidup sehari-hari. Hasil penelitian ini untuk menjelajahi
kemungkinan implementasi konsep ‘Lawang Sewu’ dalam perwujudan tradisi kreatif
yang baru, khususnya pada pendekatan kontekstual, yaitu silang budaya dan
silang disiplin seni di Indonesia.
Penulis: Widaryanto, Sri
Rustianti Rustianti
Kode Jurnal: jpantropologidd130105