KAJIAN VISUAL BUSANA TARI TOPENG TUMENGGUNG KARYA SATIR WONG BEBARANG PADA MASA KOLONIAL
ABSTRACT: Topeng Cirebon
menunjuk kepada suatu genre pertunjukan tradisional yang menampilkan beberapa
repertoar tari: salah satunya adalah Tari (Topeng) Tumenggung. Dilihat dari
sisi busana, elemen-elemen busana Tari Tumenggung dipandang ‘keluar’ dari
kelaziman (konvensi) busana Topeng Cirebon, terindikasi dari pemakaian
bendo/udeng, pet/topi, kacamata, kemeja lengkap dengan dasi. Penelitian ini
bertujuan menjelaskan makna di balik tanda-tanda busana Tari Topeng Tumenggung,
dengan berbagai atribut kelokalan budaya yang menyertainya. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah-kebudayaan. Secara diakronik
difokuskan pada periode kolonial di Pulau Jawa, dan secara sinkronik difokuskan
pada makna simbolik busana Tari Tumenggung. Analisis-visual dilakukan melalui
perspektif teori semiotik Peirce yang menawarkan nalar trikotomi: sign –
referent – interpretant. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan Topeng
Tumenggung memiliki makna konotatif antara lain sebagai sindiran rakyat jelata
terhadap penguasa pada waktu itu. Dalam konteks seni tradisi masa kolonial
hasil penelitian menunjukan bahwa, busana Tari Tumenggung memiliki tipe
kode-kode ganda sebagaimana karakter tanda pada bingkai keilmuan posmodern.
Penulis: Anis Sujana
Kode Jurnal: jpantropologidd150076