ISLAM JAWA, DISTINGSI TRADISI, TRANSFORMASI SPIRIT PROFETIK DAN GLOBALISASI

Abstrak: Tulisan ini hendak menjelaskan perihal Islam yang berdialektika dengan budaya lokal di Indonesia yang pada akhirnya membentuk sebuah varian Islam yang khas dan unik, sebagaimana Islam Jawa. Varian Islam tersebut bukanlah Islam yang tercerabut dari akar kemurniannya, tapi Islam yang di dalamnya telah berakulturasi dengan budaya lokal. Dalam proses tersebut, Islam tetap tidak tercerabut akar ideologisnya, demikian pula dengan budaya lokal tidak lantas hilang dengan masuknya Islam di dalamnya. Sebagai salah satu varian Islam kultural yang ada di Indonesia, Islam Jawa memiliki karakter dan ekspresi keberagamaan yang cenderung sinkretis dengan berbagai tradisinya yang distingtif. Hal tersebut dapat dilihat dari dialektika antara agama dan budaya yang terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta dan Cirebon serta perayaan hari raya dengan makanan khas ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu setelah ‘Idul Fitri. Sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi. Substansinya adalah mentransformasikan spirit profetik berupa ajaran tauhid sekaligus melestarikan budaya lokal. Pada kenyataannya, Islam di Jawa memang tidak bersifat tunggal, tidak monolit, dan tidak simpel. Islam Jawa bergelut dengan kenyataan negara-bangsa, modernitas, globalisasi, kebudayaan lokal, dan semua wacana kontemporer yang menghampiri perkembangan zaman dewasa ini. Dalam konteks ini, terlihat bagaimana respons kelompok-kelompok atau organisasi Islam di Indonesia dan Jawa khususnya, mulai dari yang konservatif, moderat, liberal, radikal, hingga fundamentalis.
Kata Kunci: Islam Jawa, tradisi, transformasi, spirit profetik, globalisasi
Penulis: Andik Wahyun Muqoyyidin
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160173

Artikel Terkait :