FENOMENA GENDER DALAM DONGKARI LAGU-LAGU TEMBANG SUNDA CIANJURAN
ABSTRAK: Tulisan ini,
“Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-lagu Tembang Sunda Cainjuran,” merupakan
bagian kecil dari disertasi penulis berjudul “Gender dalam Tembang Sunda
Cianjuran,” yang kemudian diolah kembali sesuai dengan tema tulisan ini.
Tulisan ini ber- maksud untuk mengkaji fenomena gender dalam salah satu unsur
tembang sunda cianjuran tersebut, yaitu dongkari. Sejauh mana ideologi gender
dalam kehidupan masyarakat ber- pengaruh terhadap pertunjukan tembang sunda
cianjuran, khususnya dalam menggunakan dongkari lagu-lagu tembang sunda
cianjuran; dan sebaliknya. Dari kajian tersebut diperoleh kesimpulan yang
menyatakan bahwa fenomena gender dapat ditemukan dalam ornamen/ dongkari. Hal
ini ditunjukkan oleh adanya ornamen/dongkari yang bersifat maskulin dan feminin
yang masing-masing biasa digunakan oleh penembang pria dan wanita dalam
menembangkan lagu-lagu tembang sunda cianjuran. Kendatipun demikian, hal
tersebut tidak terlepas dari fenomena cross-gender yang senantiasa hadir
menyertainya sehingga dalam kasus-kasus tertentu, ornamen/dongkari yang bersifat
maskulin bisa pula digunakan oleh penembang wanita; dan demikian pula
sebaliknya. Keterkaitan antara fenomena gen- der yang ditemukan dalam
ornamen/dongkari dan penggunaannya oleh penembang pria dan wanita dalam praktik
pertunjukan tembang sunda cianjuran menunjukkan adanya sa- ling keterkaitan dan
saling memengaruhi antara ideologi gender yang melekat dalam ke- hidupan
masyarakat Sunda dan pertunjukan musik—tembang sunda cianjuran.
Penulis: Deni Hermawan
Kode Jurnal: jpantropologidd140074