FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT INOVASI PADA KOMUNITAS PETANI DAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TAKALAR
Abstrak: Secara ekonomis,
Takalar bersandar pada sektor pertanian, tapi pada kenyataannya, petani dan
nelayan di Takalar masih hidup dalam kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat inovasi komunitas petani dan
nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kab. Takalar. Penelitian
ini dilaksanakan di Kecamatan Polombangkeng Utara dan Galesong Utara Kabupaten
Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
penentuan narasumber atau informan menggunakan teknik purposive sampling.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi partisipatif moderat,
focus group discussion (FGD), wawancara semiterstruktur dan dokumentasi.
Penelitian ini menyatakan bahwa proses difusi inovasi yang terjadi pada
komunitas petani lebih terbuka, sedangkan pada komunitas nelayan lebih
tertutup. Proses adopsi inovasi petani dan nelayan dipengaruhi oleh aspek
karakteristik inovasi, karakteristik individu, saluran komunikasi, aspek sosial
ekonomi dan aspek sosial budaya. Kesejahteraan petani lebih merata dan terdapat
sumber pendapatan tambahan dari bidang lain, sementara kesejahteraan nelayan
kurang merata dan tidak adanya pendapatan tambahan bagi nelayan. Kesimpulan
dari penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor yang dominan menghambat inovasi
pada komunitas petani adalah pada karakteristik inovasi, saluran komunikasi,
dan aspek sosial ekonomi, sedangkan pada komunitas nelayan faktor yang dominan
menghambat proses adopsi inovasi adalah aspek saluran komunikasi, aspek sosial
budaya dan karakteristik individu.
Keywords: Diffusion of
innovation; inhibiting innovation; innovation of farmers; fishermen innovation
Penulis: Andi Warnaen, Hafied
Cangara
Kode Jurnal: jpkomunikasidd130500