DISCOURSE KONSEP AGING DALAM MIRACLE MAGZ

ABSTRAK: Banyak iklan produk anti penuaan (anti aging) yang menggambarkanketakutan perempuan akan bertambahnya usia. Menjadi tua pun selalu dikaitkan dengan kelemahan, ketidakberdayaan, atau kekurangan yang lain. Inilah yang membuat orang selalu berupaya agar tetap tampil muda. Penelitian ini ingin melihat bagaimana cara-cara media (dalam hal ini Miracle Magz) dalam memproduksi dan mereproduksi pengetahuan tentang aging serta melihat bagaimanakah isu-isu anti aging yang diartikulasikan dalam diskursus media sebagai jawaban atas masalah penuaan yang dialami perempuan. Tujuannyaadalah untuk mengetahui cara-cara media (dalam hal Miracle Magz) dalam memproduksi dan mereproduksi pengetahuan tentang aging serta menganalisis nilai-nilai anti aging yang diartikulasikan dalam diskursus media sebagaijawaban atas masalah penuaan yang dialami perempuan. Hasil yang ditemukan peneliti menunjukkan bahwa Miracle Magz membangun pengetahuan baru dan mengubah paradigma pembaca tentang penuaan. Saat telah, dijatuhkan perasaannya, disentil egonya, dan kemudian diberi solusi yang mudah untuk keluar dari segala permasalahan, maka sebenarnya tanpa pembaca Miracle Magzditarik masuk dalam pusaran konsumtifisme. Setiap bagian tubuhnya pun dibuat seperti puzzle yang bisa dipisahkan satu sama lain dan masing-masing bagian harus disempurnakan. Perempuan pun dibuat menjadi makhluk yang selalu berlari mengejar kepuasan sepanjang hayatnya.
Keywords: discourse, anti aging, naratif, perempuan
Penulis: Poppy Febriana
Kode Jurnal: jpkomunikasidd120148

Artikel Terkait :