BANJIR, PENGENDALIANNYA, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI SURABAYA
Abstrak: Selama pertengahan
abad ke-20 hingga tahun 1970-an, banjir di Kota Surabaya menunjukkan eskalasi
dan siklus yang semakin pendek. Faktor-faktor apa yang menyebabkan eskalasi
tersebut dan apa yang dilakukan oleh masyarakat dalam menanggulangi banjir yang
melanda rumah dan kampung mereka? Melalui penelitian arsip, sejumlah surat
kabar, dan wawancara, berbagai masalah tersebut dielaborasi. Studi ini menemukan
bahwa banjir pada periode ini disebabkan antara lain oleh: (1) Meluapnya Kali
Lamong yang berhulu di Kabupaten Lamongan dan Mojokerto; (2) Tindakan penduduk
yang membobol tanggul Kali Pakis dan Kali Bratang Baru; (3) Sedimentasi kali,
sampah, bangunan liar di bantaran kali dan kolong jembatan, serta berkurangnya
wilayah resapan air. Untuk menanggulangi banjir, masyarakat melakukan berbagai
upaya, baik perorangan maupun gotong-royong. Mereka yang memiliki dana yang
banyak, meninggikan lantai rumahnya dan membeli pompa penyedot banjir,
sedangkan yang tidak punya banyak uang, hanya membuat tanggul di depan pintu
rumahnya. Kerja sama Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) menjadi sebuah
mekanisme lain untuk mengontrol banjir.
Penulis: Sarkawi B. Husain
Kode Jurnal: jpantropologidd160061