PERSEPSI PENGGUNA PADA PENERAPAN LELANG PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (LPSE) SALAH SATU WUJUD PENINGKATAN KUALITAS GOOD GOVERNANCE DI KEMENTERIAN AGAMA SE SULAWESI UTARA

ABSTRAK: Pengadaan barang dan jasa Kementerian Agama Prov. Sulawesi Utara yang efisien merupakansalah satu bagian yang penting dalam rangka meningkatkan proses pengadaan barang dan jasa dalamrangka implementasi good governance. Salah satu bentuk pengadaan barang dan jasa yang efisien adalah melalui pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (Kementerian Agama Procurement), yaitu dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi. Pelaksanaan pengadaan yang berbasis internet, menggantikan pengadaan sebelumnya yang dilakukan secara manual sebagai salah satu cara untuk mendukung pelaksanaan Good Governance karena bisa meningkatkan efisiensi biaya, efektifitas, waktu siklus yang lebih cepat, meningkatkantransparansi paket pekerjaan yang dilelang, menyediakan publik monitoring yang lebih baik,meningkatkan persaingan yang sehat dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana penerimaan panitia dan rekananpengadaan barang dan jasa terhadap Kementerian Agama e-Procurement.Penelitian dilakukan pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian AgamaSulawesi Utara pada seluruh pengguna e-procurement antara lain Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen, Panitia dan Penyedia Barang/Jasa dengan menggunakan metode penelitian kualitatif etnografi. The results proved that the Electronic Procurement Auctions (LPSE) Audited implemented to realize one manifestation of good governance, as bribery minimize, fair, save costs, more transparent and accountable.
Kata kunci: e-procurement, LPSE, Good Governance
Penulis: Siska Sofian, Ventje Ilat, Heince Wokas
Kode Jurnal: jpakuntansidd131116

Artikel Terkait :