PENGARUH PELAPORAN SELISIH KURS, LABA PER SAHAM, ARUS KAS, DAN PENDAPATAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PUBLIK LQ 45 DI INDONESIA

ABSTRAK: Fungsi pasar modal sebagai perantara, menunjukan peran penting pasar modal dalam menunjang perekonomian karena pasar modal dapat menghubungkan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang mempunyai kelebihan dana. Disamping itu, pasar modal dapat mendorong terciptanyaalokasi dana yang efisien, karena dengan adanya pasar modal maka pihak yang kelebihan dana (investor) dapat memilih alternatif investasi yang memberikan return yang paling optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh selisih kurs, laba per saham, arus kas dan pendapatan terhadap nilai perusahaan LQ 45 di Indonesia dalam hal analisis laporan keuangan triwulan periode 2009 – 2010.
Populasi penelitian adalah semua perusahaan yang tercatat dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia tahun 2009 – 2010, yaitu sebanyak 63 perusahaan. Namun merunjuk pada pengumuman PT. Bursa Efek Jakarta No. Peng-114/BEJ.I/U/1997 tanggal 6 Pebruari 1997 perihal Indeks Likuiditas Bursa Efek Jakarta (Indeks LQ 45) maka setiap 6 bulan dievaluasi yang didasarkan pada tolok ukur likuiditas dan kapitalisasi pasar. Berdasarkan pengumuman tersebut dengan menggunakan metode judgement sampling maka diperoleh sampel sebanyak 22 perusahaan. Metode analisis yang dipakai adalah analisis regresi linier berganda yang sebelumnya data yang akan di olah terlebih dahulu di uji dengan menggunakan uji asumsi klasik. Sedangkan untuk pemrosesan data penelitian menggunakan program komputer SPSS versi 18.0.
Hasil pengujian secara simultan (uji F) mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan LQ 45 di Indonesia. Hal ini didasarkan pada hasil pengujian statistik Fhitung diperoleh angka 40,336 > dariFtabel 2,55 dan sig. hitung 0,000 < 0,05 (α: 5%) sehingga H5 diterima. Untuk uji parsial (uji t), variabel laba per saham berdasarkan thitung diperoleh angka 2,533 > 1,675 dari ttabel dengan sig. hitung 0,014 < 0,05 (α: 5%), dengan demikian H2 diterima. Untuk variabel pendapatan berdasarkanthitung diperoleh angka 3,328 > 1,675 dari ttabel dengan sig. hitung 0,002 < 0,05 (α: 5%), dengan demikian H4 diterima. Sedangkan untuk variabel selisih kurs diperoleh angka 0,494 < ttabel 1,675 dan sig. hitung 0,623 > 0,05 (α: 5%) dengan demikian H1 ditolak, variabel arus kas diperoleh angka 1,291 < ttabel 1,675 dan sig. hitung 0,203 > 0,05 (α: 5%) dengan demikian H3 ditolak.
Kata kunci: Selisih kurs, laba per saham, arus kas, dan pendapatan
Penulis: Rolian F. Dame, Jullie J. Sondakh, Lidia H. Mawikere, Meily Kalalo
Kode Jurnal: jpakuntansidd120546

Artikel Terkait :