UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) EKSTRAK DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans
ABSTRAK: Karies merupakan
salah satu penyakit gigi dan mulut yang sering dialami oleh penduduk Indonesia.
Karies adalah suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan
sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu
karbohidrat yang dapat diragikan. Streptococcus mutans diketahui merupakan
bakteri penyebab utama timbulnya karies gigi. Ekstrak daun leilem (Clerodendrum
minahassae L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa
antibakteri, yaitu flavonoid, fenol,
steroid, dan terpenoid. Sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Bontjura
dkk pada tahun 2015 di Manado membuktikan bahwa ekstrak daun leilem
(Clerodendrum minahassae L.) dapat menghambat bakteri Streptococcus mutans.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM)
ekstrak daun leilem (Clerodendrum minahassae L.) terhadap bakteri Streptococcus
mutans. Penelitian ini merupakan penelitian Randomized Pretest-Posstest Control
Group Design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial
dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Daun leilem
diperoldeh di daerah Paniki, Kecamatan Mapanget, dan diekstraksi dengan metode
maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil
dari stok bakteri murni Laboratorium Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam
Ratulangi Manado. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun leilem (Clerodendrum minahassae
L.) terhadap bakteri Streptococcus mutans yaitu pada konsentrasi 12,5%.
Kata kunci: daun leilem
(Clerodendrum minahassae L.), Streptococcus mutans, konsentrasi hambat minimum
(KHM), karies
Penulis: Hanna R.R. Situmorang
Kode Jurnal: jpfarmasidd160041