STUDI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA SELAMA MASA NIFAS (Di Desa Pomahan Janggan Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan 2015)
ABSTRAKS: Masa nifas
berlangsung selama kira-kira 6-8 minggu, masa nifas masih beresiko mengalami
perdarahan atau infeksi yang dapat menyebabkan kematian ibu. Pengetahuan ibu
nifas tentang tanda bahaya selama masa nifas sangat minim sehingga paling
sedikit 4 kali kunjungan pada masa nifas untuk menilai status ibu dan bayinya
untuk melaksanakan screening yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati
atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayi. Desain yang digunakan
dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode consecutive
sampling. Sampling diambil dari jumlah populasi yaitu 15 ibu nifas dengan
menggunakan alat ukur kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar
responden berpengetahuan kurang yaitu reponden dan sebagian kecil
berpengetahuan baik yaitu responden tentang tanda bahaya selama masa nifas. Baik
kurangnya pengetahuan ibu nifas di pengaruhi oleh beberapa factor yaitu
pendidikan, umur, pekerjaan, pengalaman, lingkungan, informasi, social ekonomi
dan sosial budaya. Dari penelitian diatas diharapkan ibu nifas lebih peka dalam
mendeteksi tanda bahaya selama masa nifas. Selain itu bagi petugas kesehatan
agar mengoptimalkan perannya sebagai konselor sehingga mencegah komplikasi selama
masa nifas.
Penulis: Husnul Mutoharoh
Kode Jurnal: jpkebidanandd160005