STABILITAS FORMALIN TERHADAP PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMANASAN
Abstract: Formalin merupakan
senyawa kimia yang dimanfaatkan sebagai agen desinfektan dan agen bacterial
yang baik. Namun banyak produsen atau pedagang makanan yang menyalahgunakan
formalin sebagai pengawet makanan. Pada dasarnya, bahan makanan sebelum
dikonsumsi menjadi makanan jadi maka bahan tersebut diolah terlebih dahulu
melalui proses pemanasan dengan suhu rata-rata diatas 100 C. Sehingga formalin
yang digunakan sebagai pengawet pada makanan akan mengalami proses penguraian.
Maka perlu dilakukan uji stabilitas formalin dengan menggunakan metode
spektrofotometri visible memanfaatkan pereaksi nash serta dilakukan pula
evaluasi mengenai kinetika kimia formalin.
Validasi metode dilakukan sebelum uji stabilitas formalin dengan mengukur
absorbansi 3 seri larutan standar formalin dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10
mg/mL dengan prosedur sebagai berikut: 1 mL larutan standar formalin dengan 2
mL pereaksi Nash. Didiamkan selama 2 jam hingga kompleks senyawa
diacetyldihydrolutidine (DDL) yang terbentuk menjadi stabil. Selanjutnya
larutan formalin diukur absorbansinya pada panjang gelombang maksimumnya yaitu
412 nm.
Suhu dan lama pemanasan mempengaruhi stabilitas formalin. Pemanasan pada
suhu larutan 96C selama 40 menit dapat menguraikan formalin sebanyak 88,1%.
Kinetika degradasi formalin mengikuti
orde reaksi 1 dengan tetapan laju reaksi sebesar 0,053 mg/mL menit dan waktu
paruh selama 13,08 menit.formalin, stabilitas, suhu pemanasan , lama pemanasan,
spektrofotometri visibel.formalin, stabilitas, suhu pemanasan , lama pemanasan,
spektrofotometri visibel.
Penulis: Laksmiani, N. P. L.,
Widjaja, I. N. K.., Sonia
Kode Jurnal: jpfarmasidd150281