PENGARUH MORINGA OLEIFERA TERHADAP PERSENTASE NEUTROFIL DALAM DARAH TIKUS BUNTING GALUR WISTAR
Abstrak: Pada masa kehamilan
terjadi peningkatan hormon seks steroid yang mempengaruhi sistem imunitas dalam
tubuh ibu hamil. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya untuk melindungi
tubuh juga berkurang, membuat patogen mudah masuk dan menyebabkan penyakit. Neutrofil adalah sel pertama
yang bermigrasi ketempat infeksi untuk mulai membunuh mikroba yang menyerang.
Neutrofil memegang peranan penting pada sistem pertahanan tubuh dengan cara
fagositosis dan mencerna mikroorganisme. Moringa Oleifera dimanfaatkan untuk
berbagai potensi penggunaan antiinflamasi, antitumor, anti-hepatotoksik dan
analgesik. Kandungan fitokimia dalam daun Moringa Oleifera yaitu tanin, steroid dan triterpenoid,
flavanoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid. Flavanoid inilah yang
mempengaruhi berbagai macam aktivitas biologi atau farmakologi, diantaranya
antioksidan, antitumor, antiangiogenik, antiinflamasi, antilergik, dan
ativiral. Flavonoid dalm ekstrak daun kelor memiliki peran sebagai anti-oksidan
dan mampu menghentikan reaksi berantai radikal. Kandungan fitokimia kelor ini
dapat bermanfaat dalam meningkatkan titer antibodi, meningkatkan konsentrasi
leukosit, eritrosit, kadar haemoglobin (Hb), persentase neutrofil, bobot organ
timus, dan limpa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun
Moringa Oleifera dalam meningkatkan persentase neutrofil dalam darah. Desain
penelitian: Jenis penelitian berupa eksperimental laboratorium dengan rancangan
penelitian Randomized pre-post test group with control. Populasi tikus bunting
hari pertama galur Wistar. Besar sampel 10 ekor, 5 ekor (kontrol) dan 5 ekor
(perlakuan). Teknik random yang digunakan simple random sampling. Hasil: Tidak
terdapat perbedaan kenaikan persentase neutrofil tikus bunting yang signifikan antara kelompok kontrol dan
kelompok perlakuan (p=0,295).
Penulis: Dwi Retna Prihati
Kode Jurnal: jpkesmasdd160132