Pengaruh Ketepatan Terapi dan Kepatuhan terhadap Hasil Terapi Hipertensi di Poliklinik Penyakit dalam RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
ABSTRAK: Hipertensi merupakan
salah satu penyebab kematian. Komplikasi pembuluh darah yang disebabkan
hipertensi dapat menyebabkan kematian jantung koroner, infark jantung, stroke,
dan gagal ginjal. Pemberian obat antihipertensi tunggal maupun kombinasi
sangatlah penting bagi pasien tergantung pada tekanan darah dan ada tidaknya
komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan obat
antihipertensi di poliklinik penyakit dalam instalasi rawat jalan RSUP Dr.
Sardjito Yogyakarta, ketepatan terapi dan hasil terapi serta pengaruh kepatuhan
dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian dilakukan dengan rancangan studi
observasional dengan pengambilan data secara prospektif, kemudian dilakukan
analisis terhadap data yang diperoleh untuk melihat ketepatan terapi dan
kepatuhan pasien hipertensi. Penilaian keberhasilan terapi The Seventh Report of Joint National
Committee (JNC VII) on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood
Pressure tahun 2003, sedangkan penilaian kepatuhan menggunakan kuisoner new
8-item self report Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Berdasarkan
penelitian, obat antihipertensi yang digunakan adalah terapi tunggal dan
kombinasi. Penggunaan terapi tunggal sebesar (20%) yang terbanyak adalah
golongan CCB (8%) sedangkan penggunaan terapi kombinasi sebesar (80%) yang
paling banyak adalah golongan ARB dengan CCB sebesar (55%). Dari 100 pasien
rawat jalan yang termasuk kriteria inklusi ada (93%) mendapatkan tepat terapi
antihipertensi, dan (7%) mendapatkan tidak tepat terapi antihipertensi,
sedangkan (91%) mendapatkan tepat dosis antihipertensi, dan 9% mendapatkan
tidak tepat dosis antihipertensi. Penilaian tekanan darah pasien yang
mendapatkan (tepat obat dan dosis) dan tekanan darahnya mencapai target terapi
masing-masing sebesar (68%) dan (68%). Pasien yang mendapatkan (tepat obat dan
dosis) tetapi tekanan darah tidak tercapai masing-masing sebesar (25%) dan
(23%). Sedangkan pasien yang mendapatkan (tidak tepat obat dan dosis) tetapi
tekanan darahnya tercapai masing-masing sebesar (6%) dan (6%). Pasien yang
mendapatkan (tidak tepat obat dan dosis) dan tekanan darah tidak mencapai
target terapi masing-masing sebesar (1%) dan (3%). Berdasarkan kepatuhan pasien
dalam mengkonsumsi obat antihipertensi (50%) dengan tingkat kepatuhan tinggi,
(41%) tingkat kepatuhan sedang dan (9%) tingkat kepatuhan rendah. Dari uji
analisis chi-square angka signifikansi 0,002 (p<0,05) didapatkan adanya
perbedaan yang signifikan antara kepatuhan dengan hasil penurunan tekanan darah
sehingga dapat disimpulkan bahwa kepatuhan yang tinggi dapat menurunkan tekanan
darah.
Penulis: Adam M. Ramadhan
Kode Jurnal: jpfarmasidd140418