Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing oleh Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV/AIDS
Abstract: Human
Immunodeficiency Virus - Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) merupakan penyakit menular yang jumlah
penderitanya terus bertambah. Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS
terbanyak di Kabupaten Belu. Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT)
yang rendah oleh orang dengan HIV/AIDS
(odha) termasuk ibu rumah tangga terinfeksi HIV/AIDS menyebabkan penyebaran HIV/AIDS sulit dikendalikan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan umur, tingkat
pendidikan, persepsi tentang penyakit, persepsi tentang pelayanan kesehatan,
pekerjaan suami, pendapatan keluarga, keterjangkauan, persepsi keparahan
penyakit dan persepsi stigma diri sendiri dengan pemanfaatan VCT oleh ibu rumah
tangga terinfeksi HIV di Kabupaten Belu. Jenis penelitian yang digunakan adalah
kuantitatif, disain cross sectional. Jumlah sampel adalah 90 orang yang
merupakan total populasi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Belu pada bulan
Januari sampai Juli 2015. Analisa data secara deskriptif dan bivariat. Hasil
analisis bivariat dengan uji chisquaremenunjukkan adanya hubungan pendidikan
(p=0,040), persepsi tentang penyakit (p=0,0001), persepsi tentang pelayanan
kesehatan (p=0,0001), pendapatan keluarga (p=0,016), pekerjaan suami (0,037),
keterjangkauan (p=0,038), persepsi keparahan penyakit (p=0,0001) dan persepsi
stigma diri sendiri (p=0,0001) dengan pemanfaatan VCT. Persepsi tentang
penyakit dan pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan dengan memperluas
penyebaran informasi tentang penyakit HIV/AIDS dan manfaat VCT.
Penulis: Yeni Tasa, Ina Debora
Ratu Ludji, Rafael Paun
Kode Jurnal: jpkesmasdd160063