Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Lilin (Musa paradisiaca) Sebagai Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Gallus galus domesticus)
ABSTRAK: Daging ayam merupakan
salah satu sumber bahan pangan hewani yang mengandung gizi yang cukup tinggi
berupa protein dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pemanfaatan kulit pisang lilin terhadap pertumbuhan ayam pedaging. Disiapkan
Ayam pedaging berusia 1 hari. Digunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5
perlakuan dan 2 kali ulangan dengan konsentrasi 0% (kontrol), 25%,50%,75% dan
100% kulit pisang. Serta analisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA), jika
terdapat perbedaan antara perlakuan tersebut dapat dilanjutkan dengan uji BNT
(Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian
yang telah dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa pertambahan berat
tubuh ayam pedaging paling baik adalah 0% kulit pisang dengan 289,04 g tetapi,
hasil tertinggi pakan campuran antara kulit pisang dan pur komersial terdapat
pada konsentrasi (25%) kulit pisang 259,20 gram, (50%) 250,92 gram, (75%)
251,69 gram sedangkan hasil terendah hingga mengakibatkan ayam pedaging mati
terdapat pada perlakuan (100%) kulit pisang 64,21 gram. Faktor utama rendahnya
hingga mengakibatkan matinya ayam pedaging pada perlakuan 100% kulit pisang
disebabkan oleh kandungan C/N yang terdapat pada kulit pisang yang tinggi
terutama pada kandungan N-Total yang tinggi mengakibatkan terjadinya penurunan
rasio C/N sehingga tidak terjadi proses mineralisasi atau meningkatnya kandungan
dalam pakan dengan baik. Serta dapat diambil kesimpulan bahwa Semakin tinggi
konsentrasi pakan yang diberikan terhadap pakan ayam pedaging berpengaruh
semakin rendahnya pertumbuhan rerata ayam pedaging. Serta pakan olahan yang
terbuat dari kulit pisang lilin pada konsentrasi 25%-75% seluruhnya dapat
dikonsumsi ayam pedaging guna menambah berat badan pada ayam pedaging karena
memiliki hasil yang tidak berbeda signifikan.
Penulis: Ryan Hidayat, Arum
Setiawan, Erwin Nofyan
Kode Jurnal: jpkesmasdd160050