HUBUNGAN PEMAKAIAN DIAPERS DENGAN KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN
ABSTRAKS: Diapers merupakan
alat yang berupa popok sekali pakai berdaya serap tinggi yang terbuat dari plastik
dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa metabolisme seperti air seni
dan feses. Kulit bayi biasanya masih sangat halus serta masih sangat sensitif
bila dipakai produk-produk bayi yang beredar di pasaran. Kadang dengan
kesensitifan kulit bayi seringkali bayi mengalami berbagai macam penyakit.
Gangguan kulit yang sering terjadi pada bayi adalah biang keringat, iritasi,
ruam popok ataupun eksim popok. Dari survey awal yang dilakukan pada bulan
februari 2015 di polindes putat kumpul pada 7 bayi, didapatkan 4 bayi yang
memakai diapers dan mengalami ruam popok (57,14%) dan 3 bayi ( 42,86 % ) tidak
mengalami ruam popok. Desain penelitian ini adalah penelitian studi
korelasional dengan menggunakan cross sectional. Besar sampel 30 bayi pada bayi
usia 6 bulan – 12 bulan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Cara
pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Data yang
terkumpuldianalisis dengan menggunakan uji koefisien kontingensi dengan tingkat
kemaknaan α =0,05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden
didapatkan 17 responden (56,67%) sering pakai diapers dan 10 responden ( 33,33
%) yangjarang pakai diapers, serta 3 responden ( 10 %) yang tidak pakai diapers
Sedangkan yang 20 responden (66,67%) terjadi ruam popok dan 10 responden (33,33%)
tidak terjadi ruam popok. Setelah dillakukan uji koefisien kontingensi ternyata
hasilnya 0,004 < 0,05 maka H0 ditolak. Disimpulkan bahwa ada hubungan
pemakaian diapers dengan kejadian ruam popok pada bayi usia 6 bulan – 1 tahun.
Pemakaian diapers yang terlalu sering akan menyebabkan ruam popok karena akan
menimbulkan berkembang biakan mikro organisme semakin banyak sehingga bidan
setempat harus melakukan penyuluhan tentang pemakaian diapers.
Penulis: Siti Aisyah
Kode Jurnal: jpkebidanandd160003