Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Faringitis Di Suatu Rumah Sakit Di Kota Bandung
ABSTRAK: Infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang sangat serius baik di
dunia maupun di Indonesia. Angka kejadian ISPA di Indonesia menurut Riskesdas
2013 adalah sebesar 25,0%. Infeksi saluran pernapasan seperti faringitis
mewakili sebagian besar kasus. Faringitis sebagian besar disebabkan bakteri
Streptococcus group A β-Haemolytic. Salah satu obat utama untuk mengobati
faringitis adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam
pengobatan faringitis dapat menyebabkan terjadinya resistensi dan berbagai efek
samping, maka perlu dilakukan evaluasi penggunaan obat sebagai bentuk jaminan
mutu penggunaan obat untuk menilai kesesuaian penggunaan antibiotika pada
pengobatan faringitis. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional
dengan penyajian data secara deskriptif dan pengumpulan data secara
retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian pada periode bulan Januari sampai
April 2015 diperoleh 56 pasien yang diteliti. Diketahui jumlah pasien yang
menderita faringitis yaitu pasien anak 53,57% dan pasien dewasa 46,43%. Semua
pasien yang diteliti menerima terapi antibiotik. Antibiotik yang banyak
digunakan adalah golongan sefalosporin (89,29%), dengan sefiksim (60,71%).
Hasil dari analisis kualitatif diketahui bahwa pasien menerima antibiotika
sesuai indikasi adalah 100 %, dosis yang sesuai sebesar 96,49%, lama terapi
yang sesuai sebesar 87,72%, penggunaan antibiotika kombinasi yang memiliki efek
sinergis sebanyak 1(satu) pasien. Tidak terdapat duplikasi, namun terdapat
potensi interaksi obat dengan jumlah 14 kasus.
Penulis: Ida Lisni, Silvana
Octavia Iriani, Entris Sutrisno
Kode Jurnal: jpfarmasidd150262