Densitas Energi dan Sajian Karbohidrat Makanan Tradisional dan Modern di Kota Malang (Energy Density and Carbohydrate Serving on Traditional and Modern Food in Malang)
Abstrak: Obesitas dan diabetes
mellitus merupakan masalah kesehatan yang berhubungan erat dengan asupan
makanan terutama energi dan karbohidrat. Tingginya prevalensi obesitas dan
diabetes mellitus di Jawa Timur, terutama di Kota Malang, tidak diimbangi
dengan ketersediaan informasi tentang kandungan energi dan zat gizi pada
makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan densitas energi
dan sajian karbohidrat pada makanan tradisional dan modern di Kota Malang.
Kandungan energi dan karbohidrat dalam tiap bahan makanan dianalisis
menggunakan software Nutrisurvey. Densitas energi dihitung dengan menggunakan
rumus perhitungan total energi pada makanan dibagi berat total makanan. Sajian
karbohidrat dihitung dengan membagi total karbohidrat pada makanan dengan
konstanta carbohydrate counting yaitu 15. Analisis statistik menggunakan SPSS 16
dengan independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa densitas
energi pada makanan modern secara signifikan lebih tinggi dibanding makanan
tradisional (1,87 ± 0,63 vs 1,46 ± 0,43, p=0,004). Untuk sajian karbohidrat
pada makanan modern dan tradisional tidak terdapat perbedaan yang signifikan
(3,53 ± 2,28 vs 4,54 ± 2,28, p=0,093). Namun, terdapat tren bahwa sajian
karbohidrat makanan tradisional lebih tinggi daripada makanan modern.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi yang berharga bagi
masyarakat.
Kata kunci: Densitas energi,
sajian karbohidrat, carbohydrate counting, makanan tradisional, makanan modern
Penulis: Dian Handayani,
Nurrika Azizah, Hanifa Setiyawan, Widya Rahmawati
Kode Jurnal: jpkesmasdd160145