AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L)
ABSTRAK: Belimbing wuluh
(Averrhoa bilimbi L) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi. Salah
satu khasiat dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) yaitu sebagai
antidiabetes. Bagian dari tanaman belimbing wuluh yang sering digunakan adalah
buah dan daun. Pelarut yang digunakan untuk mengekstraksi belimbing wuluh pada umumnya
bersifat polar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antidiabetes ekstrak daun belimbing wuluh dengan tiga pelarut yang berbeda
kepolarannya. Daun belimbing wuluh diekstraksi dengan menggunakan pelarut yang
berbeda kepolarannya yaitu heksan, etil asetat dan etanol. Semua ekstrak
distandarisasi dengan cara dilakukan karakterisasi dan penapisan fitokimia.
Selanjutnya ekstrak diuji aktivitas antidiabetes terhadap tikus yang diinduksi
aloksan. Empat puluh ekor tikus dibagi menjadi sepuluh kelompok yaitu kelompok control
yang diinduksi aloksan dan diberi CMC (Carboxy Methyl Cellulose), kelompok
normal yang hanya diberi CMC tanpa induksi aloksan, kelompok perlakuan yang
diinduksi aloksan dan diberi ekstrak etanol dan ekstrak etilasetat daun
belimbing wuluh dengan dosis masing-masing 125, 250 dan 500 mg/kg bb, ekstrak
heksan 500 mg/kg bb dan glibenklamid 0,65 mg/kg bb. Kadar glukosa darah diukur
sebelum induksi, sesudah induksi dan 2 minggu setelah perlakuan. Hasil
pengukuran kadar glukosa darah pada akhir penelitian menunjukkan perbedaan yang
bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol (333,3±28,4g/dl) dengan kelompok
yang diberi ekstrak etanol dan etil asetat dengan dosis 125, 250, dan 500mg/kb
bb yaitu 101±59,6; 94,8±8,9; 77,8±15,2; 125±25,3; 158±44,9 dan 119±39,9 secara
berurutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang paling baik adalah ekstrak
etanol, sedangkan dosis yang paling efektif adalah ekstrak etanol dengan dosis
125 mg/kg bb. Ekstrak etanol juga mempunyai aktivitas antidiabetes yang lebih
baik dibandingkan dengan ekstrak etil asetat, sedangkan ekstrak heksan tidak
mempunyai aktivitas antidiabetes.
Penulis: Evi Sovia, Welly
Ratwita
Kode Jurnal: jpfarmasidd150270