POTENSI LESTARI IKAN SELAR KUNING (Selaroides leptolepis) DI PERAIRAN SELAT SUNDA
ABSTRAK: Ikan selar kuning
termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di
perairan Selat Sunda. Jenis ikan ini, selain banyak dimanfaatkan oleh nelayan
sekitar Kabupaten Pandeglang sebagai ikan pindang, ikan bakar, ikan asin, juga
diperdagangkan dalam keadaan segar maupun dibekukan. Tingginya permintaan pasar
tidak dapat mengimbangi produksi ikan tersebut di alam. Oleh karena itu, untuk
memperoleh informasi mengenai tingkat pemanfaatan sumber daya ikan selar kuning
di perairan Selat Sunda, diperlukan suatu kajian mengenai potensi lestari ikan
selar kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil
tangkapan maksimum lestari (maximum sustainable yield atau MSY) serta upaya
penangkapan maksimum lestari (fopt) sehingga sumberdaya ikan selar kuning di
Perairan Selat Sunda dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil standardisasi, alat tangkap standart yang digunakan adalah
purse seine. Pola pertumbuhan ikan selar kuning selama penelitian, yaitu
isometrik. Hasil perhitungan CPUE menunjukkan adanya produksi yang cenderung
menurun dengan upaya penangkapan yang meningkat dari tahun 2003 sampai 2013.
Hasil perhitungan potensi hasil tangkapan maksimum lestari (MSY) diestimasi
sebesar 304,50 ton per tahun, dan upaya penangkapan optimumnya adalah 12.478
trip per tahun. Penurunan hasil tangkapan per upaya penangkapan dapat dijadikan
salah satu indikasi bahwa kondisi penangkapan ikan selar kuning di Perairan
Selat Sunda sedang mengalami gejala lebih tangkap atau overfishing.
Penulis: Maizan Sharfina,
Mennofatria Boer, Yunizar Ernawati
Kode Jurnal: jpperikanandd140271