PERBEDAAN KELIMPAHAN BULU BABI (Echinoidea) PADA EKOSISTEM KARANG DAN LAMUN DI PANCURAN BELAKANG, KARIMUNJAWA JEPARA

ABSTRAK: Phylum Echinodermata memiliki peranan cukup besar pada ekosistem terumbu karang dan lamun, terutama peranannya dalam jaringan makanan yang memiliki berbagai kedudukan, meliputi herbivora, karnivora, ataupun sebagai pemakan detritus. Salah satu jenis Echinodermata yang selalu ditemukan di daerah terumbu karang dan lamun adalah bulu babi (Echinoidea). Bulu babi pada umumnya menghuni ekosistem karang dan padang lamun serta menyukai substrat yang agak keras terutama substrat di padang lamun yang merupakan campuran dari pasir dan pecahan karang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kelimpahan bulu babi (Echinoidea) di ekosistem karang dan padang lamun di Pancuran Belakang Karimunjawa, Jepara pada bulan Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan observasi langsung yaitu dengan cara mengamati jenis Echinoidea yang ditemukan di ekosistem karang dan lamun serta kondisi kualitas perairan sebagai data pendukung. Hasil penelitian tutupan terumbu karang dan padang lamun di Pancuran Belakang Karimunjawa di kategorikan baik yaitu dalam kisaran sebesar 55,29% dan 61,94%. Jenis Echinoidea yang diketemukan pada karang dan lamun berturut-turut adalah Diadema setosum (123; 36 ind/(150 m)2) , Diadema antilarum (63;18 ind/(150 m)2 , Echinothrix calamaris (34;22 ind/(150 m)2) , Mespilia globulesa (12;0 ind/(150 m)2) dan Echinometra mathaei (14;0 ind/(150 m)2). Uji Independent T Test dengan SPSS dengan taraf signifikan 5%, t tabel = 2,776 > t hitung = -2,319 sehingga H0 diterima berarti ada perbedaan yang signifikan kelimpahan Echinoidea pada habitat karang dan lamun.
Kata kunci: Bulu babi; Terumbu Karang; Lamun; Pancuran Belakang dan Karimunjawa
Penulis: Suryanti dan Ruswahyuni
Kode Jurnal: jpperikanandd140253

Artikel Terkait :