PENAMBAHAN FITASE DALAM PAKAN BUATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KECERNAAN, LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh penambahan enzim fitase dan menemukan dosis optimum enzim fitase dalam pakan buatan terhadap kecernaan, laju pertumbuhan spesifik dan kelulushidupan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan nila (O. niloticus) sebanyak 120 ekor dengan bobot rata-rata 3±0,02 g/ekor. Ikan uji dipelihara selama 6 minggu dengan padat penebaran 1 ekor/L. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap, 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan enzim fitase berbeda dalam pakan uji, yaitu A (0 mg/kg pakan), B (500 mg/(kg pakan)), C (1.000 mg/(kg pakan)), dan D (1.500 mg/(kg pakan)). Pakan uji yang digunakan berupa pakan buatan dalam bentuk pellet kering berbentuk crumble/remahan dengan kandungan protein 30% ditambah enzim fitase masing-masing perlakuan. Pengumpulan data berupa laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi pakan (FCR), protein efisiensi rasio (PER), kecernaan protein kasar (KPK), kecernaan protein total (KPT), kelulushidupan (SR) dan parameter kualitas. Data yang terkumpul dianalisa ragam (ANOVA). Apabila dalam analisa ragam berpengaruh nyata (p<0,05) atau berpengaruh sangat nyata (p<0,01), maka dilakukan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan nilai tengah antar perlakuan. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh yang optimum digunakan uji polinomial orthogonal. Data kecernaan (KPK dan KPT) dan kualitas air dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, pemanfaatan pakan (rasio efisiensi pakan dan protein efisiensi rasio) dan tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan benih ikan nila (O. niloticus), dosis optimum enzim fitase dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan spesifik dan pemanfaatan pakan (rasio efisiensi pakan dan protein efisiensi rasio) benih ikan nila (O. niloticus) adalah 1.000 mg/kg pakan, dan perlakuan C (1.000 mg/kg pakan enzim fitase) memberikan nilai kecernaan protein kasar (KPK) dan kecernaan protein total (KPT) tertinggi benih ikan nila (O. niloticus) dibandingkan dengan perlakuan B, D, dan A, yaitu sebesar 84,88% dan 71,27%. Kualitas air selama penelitian masih layak untuk pemeliharaan benih ikan nila (O. niloticus).
Kata kunci: Ikan nila (Oreochromis niloticus), Enzim Fitase, Kecernaan, Laju Pertumbuhan, Spesifik, Kelulushidupan
Penulis: Diana Rachmawati dan Istiyanto Samidjan
Kode Jurnal: jpperikanandd140251

Artikel Terkait :