KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN DAN IKAN TARGET PERIKANAN RAWAI TUNA BAGIAN TIMUR SAMUDERA HINDIA
ABSTRAK: Pengoperasian rawai
tuna juga menangkap jenis-jenis lain selain tuna yang dikenal dengan sebutan
hasil tangkap sampingan (HTS atau by-catch) yang tertangkap secara tidak
sengaja dikarenakan adanya keterkaitan secara ekologi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi komposisi jenis hasil tangkap sampingan dan mencoba
menganalisis hubungan interaksi ikan hasil tangkap sampingan dengan ikan tuna
sebagai tangkapan utama (target species) pada perikanan rawai tuna di bagian
timur Samudera Hindia. Pengamatan dilakukan pada bulan Februari 2013-Januari
2014 dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan 7 kapal rawai tuna komersial
dengan selama 226 hari operasi penangkapan. Hasil penelitian
menunjukkanterdapat 35 jenis ikan dan 1 jenis penyu dimana target utama terdiri
dari 4 jenis ikan (26,11%) dan hasil tangkapan sampingan 31 jenis ikan dan 1
jenis penyu dimana yang dimanfaatkan (by-product) (24,08%) dan yang tidak
dimanfaatkan (discards) (49,74%). Hasil tangkapan sampingan berturut-turut
didominasi oleh ikan naga (Alepisaurus spp., 42,87%), pari lemer
(Pteroplatytrygon violacea, 22,05%), ikan setan (Lepidocybium flavobrunneum,
10,22%) dan bawal sabit (Taractichthys steindachneri, 8,21%), selanjutnya juga
tertangkap jenis paruh panjang (billfish, 6 spesies), jenis cucut dan pari
(elasmobranchii, 10 spesies), jenis teleostei (bony fishes,11 spesies) dan
penyu lekang (Lepidochelys olivacea).
Penulis: Dian Novianto, Budi
Nugraha
Kode Jurnal: jpperikanandd140273