KERAGAAN PERIKANAN TUNA HAND LINE 5-10 GT YANG BERPANGKALAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BITUNG
ABSTRAK: Pancing ulur tuna
telah digunakan secara luas oleh nelayan di Laut Sulawesi dan sekitarnya untuk
menangkap ikan pelagis besar dengan kapal-kapal ukuran kecil. Walaupun
konstruksinya telah berkembang sejak lama, tetapi masih memiliki potensi untuk
meningkatkan efisiensi penangkapan dan selektivitasnya. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan keragaan perikanan tuna hand line 5-10GT dari
segi teknis, ekonomi dan sosial. Pendekatan analisis keragaan teknis diperoleh
melalui perbandingan produksi dengan variabel produksi, analisis keragaan
ekonomis diperoleh melalui perbandingan nilai produksi dengan variabel produksi
dan analisis keragaan sosial didapat dari menghitung pendapatan nelayan dan
dibandingkan dengan kilogram beras. Hasil penelitian dari delapan kapal sampel
menunjukan bahwa rata-rata produksi per trip sebesar 340,96 kg; rata-rata
produksi per tenaga kerja 783,41 kg. Catch to break even menunjukkan persentase
terkecil pada KM Anan 01 sebesar 43,63% dan yang tertinggi pada KM Kartika 45
sebesar 104,30%. Rata-rata pendapatan per trip sebesar Rp.17,321,644, rata-rata
keuntungan per trip sebesar Rp.5,953,334 rata-rata pendapatan per tahun sebesar
Rp.25,110,217 dan rata-rata keuntungan per tahun sebesar Rp. 96.876.941. Hasil
analisis RC-Ratio kedelapan kapal selama dua tahun operasi adalah 1,69.
Rata-rata pengembalian investasi sebesar 36%. Hasil analisis keragaan sosial
menunjukkan bahwa setiap anak buah kapal yang mempunyai tanggungan lebih dari
dua orang, maka rata-rata setiap orang
membutuhkan 332 kg beras < 360 kg beras, berarti termasuk dalam kelompok
keluarga miskin.
Penulis: Rusly H.A. Sora,
Fanny Silooy, Mariana E. Kayadoe
Kode Jurnal: jpperikanandd160087