Remote Terminal Unit (RTU) SCADA Pada Jaringan Tegangan Menengah 30 KV
Abstrak: Perkembangan
perindustrian di Indonesia yang semakin pesat dari waktu ke waktu menyebabkan kebutuhan
akan energi listrik ikut meningkat. Peningkatan jumlah energi listrik yang
dibutuhkan harus sejalan dengan pasokan energi yang dihasilkan oleh pusat
pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga uap merupakan salah satu jenis
pembangkit listrik yang banyak terdapat di Indonesia. Proses pembangkitan energi
listrik yang terjadi cukup panjang dari proses pembuatan sampai pada proses
distribusi kepada konsumen. Oleh karena itu, dengan adanya teknologi yang
semakin berkembang didalam proses yang panjang tersebut dibangun sebuah sistem
yang dapat berfungsi untuk monitoring, kendali dan akuisisi data secara
realtime. Misalnya dengan menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control And
Data Acquisition). Penerapan sistem SCADA PT. Krakatau Daya Listrik pada sistem
kelistrikan akan secara otomatis meningkatkan tingkat pemahaman para
dispatcher, mengenai sistem kelistrikan. Sistem SCADA terdiri dari Master
Station (MS), Remote Terminal Unit (RTU) dan Saluran Komunikasi antar Master Station
dan RTU. Sistem SCADA pada jaringan listrik memerlukan Remote Terminal Unit
(RTU) yang dipasang pada Pusat Pembangkit listrik dan GI. RTU merupakan unit
pengawas langsung dan juga merupakan unit pelaksana operasi dari pusat kontrol
(Master Station) sehingga dengan adanya RTU ini memungkinkan Master Station
mengumpulkan data dan melaksanakan kontrol. Sistem SCADA pada PT. Krakatau Daya
Listrik memiliki beberapa macam RTU. RTU disusun oleh: modul CPU & Memory,
modul Digital Input, modul Digital Output, modul Analog Input, modul Analog
Output, modul Watchdog, dan modul Power Supply.
Kata kunci: Pembangkit
Listrik, Peralatan Tegangan Tinggi, Sistem Jaringan Listrik, SCADA, Modul RTU
Penulis: Didik Aribowo,
M.Otong, Radiyanto
Kode Jurnal: jptlisetrodd140691