PERBANDINGAN PETA KENDALI X ̅-R DAN EWMA DENGAN PENDEKATAN P-VALUE UNTUK MENDETEKSI PERGESERAN RATA-RATA PROSES DI PT.XYZ
ABSTRACT: Kualitas yang baik
berasal dari suatu proses yang terkendali. Suatu proses dikatakan terkendali
dan stabil jika mempunyai rata-rata konstan di sekitar target. Pendeteksian
pergeseran proses yang kecil atau besar merupakan suatu masalah yang penting dalam
menjaga proses tetap stabil, sehingga produktivitas tetap terjaga. Peta kendali
yang efektif adalah peta kendali yang dapat mendeteksi dengan cepat pergeseran
rata-rata yang sangat kecil. PT. XYZ yang sedang mengerjakan pembuatan Belt
Conveyor dimana banyak terdapat masalah terutama ukuran yang tidak sesuai
dengan spesifikasi yang diinginkan perusahaan dan konsumen. Salah satu
karakteristik yang akan diteliti yaitu karakteristik kualitas pada panjang
pintu Belt Cover kana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya
pergeseran rata-rata proses yang kecil, mengetahui peta kendali -R dan dalam mendeteksi proses yang tidak terkendali
dan dengan pendekatan p-value, mengetahui penyebab proses tersebut tidak terkendali
dan mengetahui indeks kemampuan proses. Dalam hal tersebut diduga bahwa peta
kendali -R tidak mampu mendeteksi adanya pergeseran proses yang kecil, maka
diusulkanlah peta kendali Cumulative Sum (CUSUM) Standard dan Exponentially
Weighted Moving Average (EWMA) serta pendekatan P-value yang mampu mendeteksi
pergeseran proses yang kecil. Dari kajian dan analisa yang telah dilakukan,
teramati bahwa peta kendali CUSUM dan EWMA mampu mendeteksi tanda pergeseran
rata-rata pada tingkat variasi kurang dari 1,5σ menggunakan peta kendali
Cumulative Sum (CUSUM) Standar. Kombinasi P-value menggunakan tabel dengan peta
kendali peta kendali EWMA,dari hasil
yang didapat pada peta kendali EWMA lebih sensitif terdapat 18 yang terdeteksi
out off control dibanding peta kendali -R dengan pendekatan P-value yaitu hanya
11 dan 16 yang terdeteksi out off control. Indeks kemampuan proses pada
karakteristik panjang pintu Belt Cover yaitu nilai Cp yaitu 1,11 yang artinya
kapabilitas proses tersebut baik karena 1 < Cp < 1.33 namun Cpk kurang
dari 1 yaitu 0,77 maka proses tersebut
terdapat produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi dilihat dari proses yang
lebih akurat.
Penulis: Alin Widiawati, Faula
Arina, Putro Ferro Ferdinant
Kode Jurnal: jptindustridd150427