PENENTUAN FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM FAULTY BEHAVIOR RISK MELALUI PENDEKATAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Abstract: Manajemen keselamatan
merupakan pengorganisasian, sumber daya manusia, kebijakan dan prosedur
interaktif yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan kerusakan dan kerugian
di tempat kerja. Salah satu cara untuk memperbaiki manajemen keselamatan di
perusahaan adalah dengan melakukan penelitian mengenai faktor yang berpengaruh
dalam risiko kesalahan perilaku. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi
keselamatan kerja tidak memiliki struktur fisik. Untuk itu, maka masalah pada
kondisi nyata dapat direpresentasikan dengan cara yang lebih baik menggunakan
angka fuzzy untuk mengevaluasi faktor-faktor ini. Pada penelitian ini,
pendekatan Fuzzy AHP bertujuan untuk menentukan tingkat Faulty Behavior Risk
(FBR) pada sistem kerja.Penentuan faktor yang berpengaruh dalam Faulty Behavior
Risk (FBR)/risiko dari perilaku yang salah dimulai dengan menentukan responden,
penyusunan kuesioner, uji validitas dan reliabilitas, hasil dari kuesioner
dijadikan inputan dalam pengolahan data dengan metode FuzzyAnalytic Hierachy
Process (FAHP). Kuesioner ini dibuat berdasarkan konsep safety management yang
terdiri dari 4 faktor, yaitu faktor organisasi, faktor pribadi, faktor
pekerjaan dan faktor lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada Bay 2.1 yang
memproduksi panel dan bay 7.1 yang memproduksi finning.
Berdasarkan perhitungan FBR pada bay 2.1 menunjukkan nilai 0,4793 yang
berarti risiko kesalahan perilaku di antara batas bawah (0,25) dan batas atas
(0,50). Sedangkan pada bay 7.1 sebesar 0,5317 yang berarti risiko kesalahan
perilaku memiliki potensi tinggi karena berada di atas batas atas. Dari hasil
penentuan FBR didapatkan nilai pada bay
2.1 yang memiliki risiko penyebab tertinggi terdapat pada sub faktor kurang
persiapan (0,0788) sedangkan pada bay 7.1 dengan nilai FBR sebesar 0,5317 yang
memiliki risiko tertinggi terdapat pada sub faktor kelelahan kerja (0,0970).
Melalui penelitian ini, faktor penyebab kesalahan perilaku kerja dapat
diketahui dan diberikan rekomendasi untuk mengurangi risiko kesalahan perilaku
kerja dengan meningkatkan perhatian terhadap kedua sub faktor tersebut. Untuk
mengurangi risiko kesalahan perilaku dapat dilakukan dengan penelitian lebih
lanjut mengenai sub faktor yang memiliki risiko tinggi sebagai penyebab
kecelakaan.
Penulis: Rizal Irfan Fuadi, Anda
Iviana Juniani, Wiediartini
Kode Jurnal: jptindustridd150213