STUDI PENGARUH TEBAL PELAT TERHADAP LENDUTAN PELAT MENERUS DITINJAU DARI FUNGSI BANGUNAN

Abstract: Lendutan merupakan faktor yang sangat penting dalam perencanaan sebuah struktur pelat, tetapi lendutan seringkali diabaikan, pada tabel 8 SNI 03-2847-2002 terdapat tebal pelat minimum untuk pelat satu arah jika lendutan tidak dihitung, dan pada tabel 9 SNI 03-2847-2002 terdapat batas lendutan ijin maksimum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tebal pelat (h) terhadap lendutan pelat dan melakukan peninjauan terhadap fungsi bangunan (beban hidup) serta bertujuan untuk mengetahui batas lendutan ijin maksimum pada tabel 9 SNI 03-2847-2002 dapat diterapkan pada perhitungan lendutan pelat menerus satu arah.
Jenis metode penelitian ini merupakan metode eksperimen-simulasi komputasi.  penelitian ini dilakukan dengan cara membuat beberapa model simulasi pada komputer dengan model pelat menerus satu arah dengan tumpuan sendi. Kemudian model penelitian tersebut diberi perlakuan untuk mengamati pengaruh ketebalan pelat (h), dengan variasi tebal pelat mulai dari tebal 90 mm sampai 170 mm. Pada penelitian ini penulis meneliti optimalisasi tebal pelat (h) berdasarkan fungsi  bangunan yang akan mempengaruhi beban hidup (QLL), fungsi bangunan yang digunakan yaitu: sebagai rumah tinggal sederhana dengan QLL=125kg/m2, perkantoran dengan QLL=250kg/m2, perpustakaan dengan QLL=400kg/m2, dan sebagai auditorium QLL=500kg/m2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan lendutan seketika yang terjadi semakin berkurang akibat perubahan dimensi tebal pelat dari 90 mm sampai dengan 170 mm, prosentase penurunan lendutan seketika adalah 15% - 75%, sedangkan prosentase penurunan lendutan jangka panjang berkisar antara  15% - 72%. Selisih antara lendutan seketika dan lendutan jangka panjang berkisar antara 44% - 47% dengan menggunakan faktor ketergantungan waktu ξ sebesar 2,0 untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun. Perubahan lendutan seketika dan jangka panjang akibat QLL yang diterima oleh pelat relatif kecil dimana QLL sebesar 125 kg/m2, 250 kg/m2, 400 kg/m2, dan 500 kg/m2, kenaikan lendutan seketika berkisar antara 25% - 146%, sedangkan pada lendutan jangka panjang adalah 25% - 146%. Penelitian ini menghasilkan menghasilkan tebal yang optimal  untuk rumah tinggal sederhana = 110mm, perkantoran = 120mm, perpustakaan = 140mm dan auditorium = 150mm.
Kata Kunci: Pelat menerus satu arah,  Lendutan, Beban hidup
Penulis: WAHZUDI, ANDANG WIDJAJA
Kode Jurnal: jptsipildd140541

Artikel Terkait :