STUDI KOMPARASI EMISI GAS BUANG BERBAHAN BAKAR SOLAR DAN CAMPURAN SOLAR DENGAN VOLATILE FATTY ACID DEGRADED (VFAD) PADA MESIN DIESEL NISSAN D-22
Abstract: Meningkatnya
pendapatan masyarakat berimplikasi terhadap pertumbuhan kendaraan bermotor.
Sehingga emisi gas buang yang dihasilkan meningkat. Gas buang mesin diesel
mengandung partikulat. Salah satu usaha menurunkan emisi gas buang yaitu
memodifikasi bahan bakar. Zat aditif Volatile Fatty Acid Degraded (VFAD)
terdiri dari berbagai senyawa yang meningkatkan angka setana solar seperti:
naftalena, toluene, methyl ester nitrat,
dan chelating agent. Penelitian ini untuk mengetahui opasitas dan emisi
gas buang pada mesin diesel Nissan D22. Penelitian ini menggunakan metode
analisis deskriptif, pengujian dilakukan
dengan putaran diakselerasi tanpa beban (free running acceleration) dengan
katup terbuka 30% (full open throttle valve). Bahan bakar yang digunakan adalah
solar murni (kelompok standar) dan kelompok eksperimen yaitu campuran solar
dengan zat aditif dengan variasi 1 ml, 2 ml, 3 ml, dan 4 ml untuk per liter
solar. Proses pencampurannya dengan di blending agar homogen. Kemudian diujikan
pada putaran mesin 1000 rpm sampai 3000 rpm dengan range 500 rpm. Berdasarkan
penelitian disimpulkan penggunaan bahan bakar campuran solar dengan VFAD (1 ml,
2 ml, 3 ml dan 4 ml) pada Mesin Diesel Nissan D-22 lebih baik dibandingkan
dengan solar murni dari segi emisi gas buang pada campuran 2 ml. Hal ini
dibuktikan dengan penurunan CO optimal didapatkan VFAD 2 ml dengan penurunan
presentase sebesar 66,67%. CO2 optimal VFAD 2 ml dengan peningkatan presentase
sebesar 71,43% O2 optimal pada VFAD 2 ml dengan penurunan presentase sebesar
75,00%. Opasitas optimal pada VFAD 2 ml sebesar 57,7%bosch dengan penurunan
presentase sebesar 1,37%, dan memenuhi peraturan menteri negara lingkungan
hidup nomor 5 tahun 2006.
Penulis: EKO PRASETYO, MARSUDI
Kode Jurnal: jptmesindd140328