PROTOTYPE PENDETEKSI TSUNAMI DI DAERAH PESISIR PANTAI BERBASIS RADIO FREQUENCY SEBAGAI PERINGATAN TSUNAMI DINI
Abstrak: Prototype
ini memberikan informasi kepada masyarakat di sekitar pantai apabila akan
terjadi bencana tsunami. Prototype ini dibuat karena terdapat banyak daerah
rawan tsunami di Indonesia, terutama pantai barat Sumatera. Sampai sekarang
ini, masyarakat masih belum memahami ciri-ciri terjadinya tsunami dan kurangnya
alat pendeteksi tsunami secara dini yang efektif dan ekonomis. Prototype ini
bekerja dengan memanfaatkan ciri tsunami, yaitu surutnya air laut secara
drastis. Prototype ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian pemancar yang
terletak di laut (pendeteksi tsunami) dan bagian penerima terletak di darat
(pos pengamatan). Pendeteksi terbuat dari pelampung yang terhubung dengan tuas
menggunakan tali. Ketika alat mendeteksi akan terjadi tsunami, tuas akan menekan
switch dan pelampung tertarik ke bawah hingga menyentuh dasar laut, proses
tersebut mengindikasikan air laut surut sebagai tanda bencana tsunami akan
datang. Pemancar mengirimkan sinyal informasi menggunakan radio FM 108,7MHz
dengan modulasi FSK. Pada bagian penerima, sinyal analog diproses oleh penerima
FM dan menjadi data pendeteksian tsunami dengan frekuensi 1217Hz. Sinyal ini
kemudian diubah menjadi sinyal digital menggunakan demodulator FSK untuk input
mikrokontroler. Mikrokontroler mengolah data dan mengaktifkan buzzer sebagai
alarm peringatan tsunami dini dan mengirim notifikasi SMS “PERINGATAN TSUNAMI”
menggunakan modem GSM dengan waktu maksimal penerimaan SMS selama satu menit.
Jarak maksimum pengiriman data dari pemancar ke penerima adalah 30 meter dengan
daya pancar yang diterima sebesar -82dBm.
Penulis: Wartiyati, Ilham
Gumanti, Putri Ramdhany, Toto Supriyanto
Kode Jurnal: jptsipildd150253