PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG PUSKESMAS DAN PUSKESMAS PEMBANTU DENGAN METODE AHP MENGGUNAKAN APLIKASI EXPERT CHOICE (STUDI KASUS GEDUNG PUSKESMAS DAN PUSKESMAS PEMBANTU KABUPATEN SUKOHARJO)
Abstrak: Bangunan gedung
Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan salah satu prasarana milik
Negara yang harus dijaga pemeliharaannya karena merupakan prasarana yang
terdekat dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun
fasilitas tersebut sering tidak diperhatikan pemeliharaannya. Hal itu berdampak
kurang baik dalam proses pelayanan kesehatan. Maka sangat penting dilakukan
pemeliharaan bangunan puskesmas dan pustu demi kesejahteraan kesehatan
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kriteria dalam
menentukan prioritas pemeliharaan bangunan berdasarkan tingkat kerusakan dari
komponen bangunan puskesmas dan pustu. Program Aplikasi ini menggunakan metode
Analytical Hierarchy Process (AHP) yang telah dikembangkan oleh Saaty dan
diolah menggunakan software expert choice v.11. Penelitian ini dilakukan di
seluruh bangunan puskesmas dan pustu di kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 57
bangunan dan terdiri dari 12 bangunan puskesmas, 45 bangunan pustu. Data primer
didapatkan melalui survei langsung ke lapangan dengan menggunakan form
penilaian kondisi bangunan untuk memberikan nilai persentase kerusakan komponen
bangunan dan untuk penilaian pembobotan di setiap komponen bangunan didapatkan
melalui kuisioner yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukoharjo,
Dinas Tata Ruang Kabupaten Sukoharjo, DPPKAD Kabupaten Sukoharjo, akademisi,
konsultan, dan kontraktor. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari sumber
yang telah ada (dari data penelitian terdahulu) serta sumber data yang
diperoleh dari peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Hasil perhitungan dan
analisis data menunjukan bahwa kondisi bangunan gedung puskesmas dan pustu di
kabupaten Sukoharjo secara umum dalam kondisi cukup baik. Dari hasil penelitian
dari 5 bangunan yang mengalami kerusakan paling tinggi adalah, Pustu Cemani
(IKB : 68,38), Pustu Cabeyan (IKB : 68,72), Pustu Puhgogor (IKB : 69,00), Pustu
Karangtengah (IKB : 72,40), Pustu Celep (IKB : 73,62).
Penulis: Widi Hartono,
Sugiyarto Sugiyarto, Bayu Ari Murdoko
Kode Jurnal: jptsipildd150458