PERUBAHAN KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG BERSERAT ALUMINIUM PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR
Abstrak: Masih banyaknya
gedung yang dipergunakan kembali setelah mengalami kebakaran maka diperlukan
penelitian untuk memulihkan kerusakan material penyusun yang terjadi pada
elemen-elemen struktur bangunan. Salah satu cara pemulihan kekuatan struktur
pasca bakar ialah perawatan yang dilakukan dengan perendaman air. Adanya
inovasi baru penggunaan agregat kasar pecahan genteng sebagai pengganti
kerikil dan penambahan serat aluminium
agar beban struktur itu sendiri menjadi lebih kecil dan beton memiliki nilai
kuat tarik yang lebih besar daripada beton normal. Metode penelitian yang
dilakukan pada perawatan (curing) terhadap benda uji pasca bakar yaitu dengan
merendam benda uji selama 28x24 jam, 42x24 jam, dan 56x24 jam. Pada proses
curing, CSH yang terdekomposisi saat benda uji terbakar akan berangsur-angsur
pulih kembali dengan terisinya H2O yang sempat menguap pada saat pembakaran.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan bahan tambah serat aluminium
mempengaruhi kekuatan beton dengan nilai peningkatan maksimum untuk nilai kuat
tarik belah 27,66 % dan modulus of rupture 16%.
Pada saat benda uji dibakar sempat terjadi penurunan kekuatan setelah
perawatan perendaman air beton pasca bakar kekuatannya terus meningkat,
peningkatan maksimum terjadi pada umur perendaman 56x24 jam 32,56% untuk kuat
tarik belah beton normal, 17,31% untuk kuat tarik beton serat aluminium, 56,00%
untuk modulus of rupture beton normal, dan. 37,93% untuk modulus of rupture
beton serat aluminium.
Kata Kunci: aluminium, pecahan
genteng, pasca bakar, rendaman air, modulus of rupture, dan kuat tarik belah
Penulis: Tandya Afilda Milad,
Antonius Mediyanto, Mukahar
Kode Jurnal: jptsipildd150287