PERBANDINGAN BIAYA ANTARA PENGALOKASIAN TENAGA KERJA BERDASARKAN HSPK DENGAN KONDISI REAL DI LAPANGAN PADA PROYEK GEDUNG POLI SPESIALIS RSJ MENUR
Abstract: Sering ditemui
keterla
mbatan dalam pengerjaan suatu proyek konstruksi, keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Keterlambatan suatu proyek konstruksi memiliki dampak tertentu bagi pelaksana ataupun pemilik proyek tersebut. Bagi pelaksana, akan dikenakan denda akibat pengerjaan yang terlambat dari jadwal penyelesaian yang tertulis dalam kontrak. Sedangkan bagi pemilik proyek juga mengalami kerugian, karena waktu penggunaan bangunan tersebut mengalami kemunduran dari rencana yang ditentukan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan yakni dengan melaksanakan percepatan dengan metode kerja lembur. Namun kerja lembur ini sendiri memiliki konsekuensi pembengkakan biaya pelaksanaan dari anggaran semula, dikarenakan penambahan jam kerja pada proyek tersebut. Sedangkan Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran seperti yang tertuang dalam triple constrain. Agar tidak ada pihak yang mengalami kerugian, maka percepatan dengan kerja lembur tersebut harus direncanakan dengan matang.
mbatan dalam pengerjaan suatu proyek konstruksi, keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Keterlambatan suatu proyek konstruksi memiliki dampak tertentu bagi pelaksana ataupun pemilik proyek tersebut. Bagi pelaksana, akan dikenakan denda akibat pengerjaan yang terlambat dari jadwal penyelesaian yang tertulis dalam kontrak. Sedangkan bagi pemilik proyek juga mengalami kerugian, karena waktu penggunaan bangunan tersebut mengalami kemunduran dari rencana yang ditentukan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan yakni dengan melaksanakan percepatan dengan metode kerja lembur. Namun kerja lembur ini sendiri memiliki konsekuensi pembengkakan biaya pelaksanaan dari anggaran semula, dikarenakan penambahan jam kerja pada proyek tersebut. Sedangkan Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran seperti yang tertuang dalam triple constrain. Agar tidak ada pihak yang mengalami kerugian, maka percepatan dengan kerja lembur tersebut harus direncanakan dengan matang.
Obyek penelitian ini adalah proyek pembangunan poli spesialis RSJ Menur
Surabaya. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian yaitu
observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode
deskriptif.
Dari hasil penelitian dan analisis perbandingan biaya tenaga kerja antara
pengalokasian tenaga kerja dengan kondisi real di lapangan didapatkan hasil
perhitungan sebagai berikut, biaya tenaga kerja dengan pengalokasian tenaga
kerja sebesar Rp. 257.815.000,00 dan biaya tenaga kerja pada kondisi real di
lapangan sebesar Rp. 224.020.000,00.
Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa biaya tenaga kerja
dengan cara pengalokasian tenaga kerja menghasilkan biaya yang lebih tinggi
bila dibandingkan dengan kondisi real di lapangan, perbandingan antara kedua
biaya tersebut adalah 1,151 : 1 untuk Pengalokasian tenaga kerja : Kondisi Real
di lapangan.
Kata Kunci: Perbandingan,
Pengalokasian Tenaga Kerja, Kondisi real, HSPK
Penulis: RIZKY BUDI DARMAWAN,
HASAN DANI
Kode Jurnal: jptsipildd140517