Perancangan Gasifikasi Downdraft dengan Variasi Laju Aliran Oksigen sebagai Agen Gasifikasi
Abstrak: Energi biomassa
adalah energi yang
bersumber dari bahan
biologis dari tumbuh-tumbuhan seperti kayu, sekam padi,
bongkol jagung, dan lain sebagainya. Proses konversi biomassa menjadi
energi dapat dilakukan
dengan beberapa cara
yaitu pembakaran, pirolisis, dan
gasifikasi. Proses gasifikasi
merupakan proses pemanfaatan
biomassa dengan cara mengkonversi energi dari bahan baku padat
(biomassa) menjadi syn-gas (gas hasil
sintesa) yang nantinya
dapat digunakan sebagai
bahan bakar. Salah
satu contoh gasifikasi yang telah
dikembangkan adalah sistem downdraft.
Proses gasifikasi memiliki beberapa
faktor yang mempengaruhi
proses dan kandungan
syngas yang dihasillkannya yaitu, karakteristik biomassa,
desain gasifier, jenis agen gasifikasinya, dan air-fuel ratio. Dalam
penelitian ini dirancang
reaktor gasifikasi menggunakan
pipa blackstell diemater 6”
dengan tinggi reaktor
1 meter. Agen
gasifikasi oksigen dipilih
untuk mendapatkan hasil syngas yang lebih baik, dengan laju aliran
oksigen sebesar 2, 4, dan 6 liter permenit, dan menggunakan serutan kayu
sebagai bahan bakarnya. Dari hasil
penelitian diperoleh variasi laju aliran oksigen 4 lpm menghasilkan energi berguna dan
effisiensi yang paling
tinggi, kemudian diikuti
pada laju aliran
oksigen 6 lpm, dan terakhir
paling rendah pada laju aliran oksegen 2 lpm. Hal ini selain dipengaruhi leh persentase
kandungan syngas CO,
CH4, dan H2,
juga dipengaruhi oleh
lamanya pemanfaatan gas yang
terjadi pada setiap
valiari laju aliran
oksigen. Dimana waktu pemanfaatan gas
ini akan mempengaruhi
nilai SA aktual
yang menentukan jumlah
mol syngas CO, CH4, dan H2.
Kata Kunci: Gasifikasi,
Downdraft, Agen Gasifikasi
Oksigen, Variasi Laju
Aliran Oksigen, Efisiensi
Gasifikasi
Penulis: G.N.A. Satria
Prasetya D.Y, Made Sucipta) dan I Nyoman Suprapta Winaya
Kode Jurnal: jptmesindd150149