PENURUNAN PELAYANAN JALAN AKIBAT DISINTEGRATION, UTILITY CUT DEPRESSION, BLEEDING, DAN POLISHED AGGREGATE PADA PERKERASAN LENTUR
ABSTRACT: Umur pelayanan jalan
sangat ditentukan oleh kondisi permukaan perkerasan didasari pada profil
permukaan yang diukur dengan hasil indek permukaannya. Indek permukaan
diperkenalkan oleh AASHTO berdasarkan pengamatan kondisi perkerasan berupa
retakan, distorsi, cacat permukaan, lubang dan tambalan. Konstruksi jalan yang
rata, kuat dan terpelihara akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi
transportasi dan perkembangan ekonomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui
penurunan pelayanan jalan akibat cacat permukaan, penurunan pada bekas
penanaman utilitas, kegemukan dan pengausan di jalan dengan menggunakan metode
indek kondisi perkerasan. Penelitian berdasarkan kerusakan disintegration,
utility cut depression, bleeding dan polished aggregate. Total nilai indek dari
kerusakan-kerusakan akan dikurangi 100% yang berati sisa pelayanan jalan.
Asumsi tingkat kerusakan setiap jenis kerusakan adalah berat. Menggunakan kurva
yang disiapkan PCI dapat diketahui besarnya penurunan indek permukaan.
Kerusakan jenis disintegration yang berupa stripping dengan luas kerusakan 30%,
60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturut-turut sebesar 91, 89, dan 85,
ravelling dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI
berturut-turut sebesar 91, 89, dan 85, serta potholes dengan luas kerusakan
30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturutturut sebesar 85, 78, dan 75.
Kerusakan jenis utility cut depression dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90%
menghasilkan nilai PCI berturut-turut sebesar 84, 83, dan 82. Kerusakan jenis
bleeding dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI
berturut-turut sebesar 98, 96, dan 84. Kerusakan jenis polished aggregate
dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturut-turut
sebesar 99, 98, dan 97.
Penulis: Muhammad Fauzan,
Herman Fithra, Said Jalalul Akbar, Muhammad Kabir Ikhsan
Kode Jurnal: jptsipildd110240