Pengaruh Penambahan Abu Ampas Tebu (Bagasse Ash) Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Pada Struktur Balok Pendek
Abstrak: Makin pesatnya
pembangunan didunia konstruksi saat ini membuat permintaan terhadap kebutuhan
semen meningkat. Peningkatan kebutuhan semen tidak berimbang dengan produksi
semen sehingga dibutuhkan alternatif untuk mengurangi pemakaian semen yaitu
dengan memanfaatkan limbah industri yang tidak dimanfaatkan dan dihasilkan
dalam jumlah yang besar serta kandungannya mirip dengan semen. Salah satunya
adalah Abu ampas tebu (bagasse ash).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan abu
ampas tebu terhadap nilai kuat tekan dan kuat lentur pada balok pendek.
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode uji laboratorium. Benda uji yang
digunakan dalam penelitian ini adalah beton silinder dengan diameter 100 mm dan
tinggi 200 mm untuk pengujian kuat tekan. Sedangkan, untuk pengujian kuat
lentur, benda uji berupa balok beton bertulang dengan ukuran 150x200x1500 mm. Perbandingan
bentang geser terhadap tinggi balok (a/d) = 2,1. Komposisi Abu ampas tebu
(bagasse ash) masing-masing adalah 0%, 8%, 16% dan 24 %. Berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan, dengan mutu
beton f’c=20 MPa, penambahan AAT mampu menghasilkan nilai kuat tekan yang lebih
tinggi daripada beton normal. Nilai kuat tekan terbesar pada komposisi AAT 8%
sebesar 20,38 MPa. Sedangkan, untuk beton normal kuat tekan yang dihasilkan
sebesar 17,71 MPa. Hasil uji kuat lentur pada balok pendek (a/d=2,1) dengan
penambahan Abu ampas tebu (bagasse ash) menghasilkan beban maksimal (Pmaks) terbesar
pada komposisi AAT 8% yaitu 52,58 kN sedangkan yang terkecil adalah pada
komposisi AAT 24% yaitu 40,18 kN. Pola retak dan keruntuhan yang terjadi pada
balok pendek dengan penambahan abu ampas tebu saat pengujian dominan ditengah
bentang, retak geser hanya terjadi pada balok dengan komposisi abu ampas tebu
24%.
Penulis: Meity Wulandari, Sutikno
Kode Jurnal: jptsipildd160008