PENGARUH METODE ELEKTROOSMOSIS TERHADAP TEKANAN AIR PORI PADA TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN ABU AMPAS TEBU
Abstrak: Metode yang digunakan
pada penelitian ini adalah metode elektroosmosis dan stabilisasi tanah kimiawi.
Metode elektroosmosis adalah salah satu metode yang efektif untuk menurunkan
kandungan air. Sedangkan stabilisasi tanah kimiawi merupakan metode untuk
memperbaiki tanah dengan menambah bahan pencampur agar terjadi proses kimia
yang mengikat air. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi
beda potensial listrik pada metode elektroosmosis terhadap tekanan air pori
pada tanah lempung yang dicampur dengan abu ampas tebu pada penerapan beban
awal dan tanpa beban awal. Pada pengujian ini menggunakan model fisik berbentuk
box kaca berukuran 40 x 30 x 15 cm dan lempengan tembaga sebagai penghantar
arus listrik. Sampel model dialiri listrik searah dengan beda potensial 0, 3,
6, 9, 12 Volt serta dilakukan penerapan beban awal dan tanpa beban awal. Bahan
tambah yang digunakan adalah abu ampas tebu sebanyak 10 % dari berat sampel
tanah. Pengamatan tekanan air pori dilakukan dengan mengukur ketinggian air
setiap 24 jam selama 3 hari. Hasil dari analisis menunjukkan pada metode
elektroosmosis tanpa beban awal, penggunaan abu ampas tebu pada tanah lempung
mengakibatkan penurunan tekanan air pori lebih banyak dibanding pengujian pada
tanah lempung tanpa abu ampas tebu. Pada metode elektroosmosis dengan penerapan
beban awal, penggunaan abu ampas tebu pada tanah lempung kurang efektif karena
penurunan tekanan air pori yang terjadi relatif sama dengan pengujian pada
tanah lempung tanpa abu ampas tebu. Pada metode elektroosmosis dengan penerapan
beban awal dan tanpa beban awal terhadap tanah lempung ditambah abu ampas tebu,
penerapan variasi beda potensial yang semakin tinggi berpengaruh terhadap
penurunan tekanan air pori.
Penulis: Ivano Abraham
Hendrarto, Niken Silmi Surjandari, Noegroho Djarwanti
Kode Jurnal: jptsipildd140630