PENGARUH LEBAR POTONGAN PROFIL (e) TERHADAP PERILAKU LENTUR PADA BALOK BAJA KASTELA (CASTELLATED BEAM)
Abstract: Untuk era pembangunan
gedung sekarang ini konstruksi baja sebagai struktur utama adalah salah satu
pilihan yang mulai sering dipakai masyarakat. Karena disamping kemampuan baja yang cukup besar
untuk menahan kekuatan tarik dan tekan, baja juga mempunyai perbandingan kekuatan
pervolume yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan-bahan lain yang umumnya
digunakan, sehingga memungkinkan perencanaan sebuah konstruksi baja mempunyai
beban sendiri yang lebih kecil untuk bentang yang lebih panjang, serta
memberikan kelebihan ruang dan volume yang dapat dimanfaatkan akibat
langsingnya profil-profil yang dipakai. Lebar potongan profil (e) diteliti
karena adanya pengaruh lebar terhadap lendutan, dimana secara teoristik semakin
panjang lebar potongan profil (e) maka akan meningkatkan performa dari kekuatan
tegangan lentur balok kastella tersebut, begitu pula sebaliknya. Hal ini
dikarenakan semakin panjang lebar potongan profil (e), maka momen inersia (I)
yang dihasilkan semakin besar, sehingga mengakibatkan kekakuan dari balok kastella
tersebut semakin meningkat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lebar potongan profil
(e) terhadap perilaku lentur pada balok baja kastela (castellated beam).
Penelitian ini menerapkan model castellated beam zig-zag horisontal dengan benda
uji profil WF 200.100.5.5.8. WF utuh kemudian dibentuk baja kastela dengan
lebar potongan profil (e) yang berbeda-beda, yaitu e=51,25mm, e0=0 (utuh),
e=177mm, e=150mm, e=125mm, e=75mm dan e=50mm. Dengan lebar lubang castellated
beam disesuaikan dengan perhitungan rumus yang ada yaitu h= d( -1)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi baja kastela bila
ditinjau dari lebar potongan profil (e) pada lubang kastela tidak diperbolehkan
melebihi dari 2 ½ h atau e (125mm) untuk baja WF 200.100.5,5.8. Hal ini
ditunjukkan dari nilai momen lentur yang dihasilkan baja kastela lebih tinggi
22 % dibandingkan dengan baja utuh, sehingga kekuatan untuk menahan momennya
juga lebih besar dan nilai lendutannya pun juga lebih kecil dibandingkan baja
utuh.
Penulis: MASITA NUR HAYATI,
SUPRAPTO
Kode Jurnal: jptsipildd140508