PENGARUH JENIS PAHAT DAN CAIRAN PENDINGIN SERTA KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP TINGKAT KEKASARAN DAN KEKERASAN PERMUKAAN BAJA ST 60 PADA PROSES BUBUT KONVENSIONAL
Abstract: Mesin bubut adalah
suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar.
Mendapatkan hasil pembubutan kekasaran dan kekerasan permukaan yang baik dengan
menggunakan mesin bubut konvensional merupakan salah satu tujuan utama.
Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap hasil dari proses pengerjaan
tersebut, seperti perbedaan jenis pahat dan cairan pendingin serta kedalaman
pemakanan benda kerja. Dari beberapa faktor yang ada, maka muncul permasalahan
bagaimana pengaruh jenis pahat dan cairan pendingin serta kedalaman pemakanan
terhadap tingkat kekasaran dan kekerasan permukaan benda kerja pada proses
bubut konvensional. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian eksperimen.
Dalam penelitian ini benda kerja digunakan sebanyak 27 buah yang akan
mendapatkan perlakuan berbeda dalam proses pengerjaannya, yaitu dengan variasi
jenis pahat dan cairan pendingin serta kedalaman pemakanan. Kemudian dari ke 27
benda kerja tersebut masing – masing benda kerja ditentukan 3 titik untuk
dilakukan uji kekasaran permukaan dan 3 titik untuk dilakukan uji kekerasan
permukaan. Hasil kekasaran permukaan baja terbaik atau terendah adalah 14,81 µm
yang diperoleh dari jenis pahat terkeras (HSS Japan), cairan pendingin
(Drumus), dan kedalaman pemakanan terendah (0,2 mm). Sedangkan kekerasan
permukaan baja terbaik atau tertinggi adalah 62,90 Kg/mm2 yang diperoleh dari
jenis pahat terkeras (HSS Japan), cairan pendingin (Cutting APX), dan kedalaman
pemakanan terendah (0,2 mm).
Penulis: Daniar Anggit Ardiansyah,
Arya Mahendra Sakti
Kode Jurnal: jptmesindd130383