PENGARUH JARAK ANTARA ELEMEN BATANG TEKAN GANDA TERHADAP KUAT TEKAN
Abstract: Kayu sering
digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung
bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan
tunggal dapat digantidengan batang tekan ganda yang terdiri dari dua atau lebih
elemen batang yang digabung menjadisatu kesatuan. Jarak antara elemen mengakibatkan
bertambah besarnya momen inersia terhadapsumbu bebas bahan yang berada diantara
kedua tampang elemen tersebut. Secara teoritis semakinjauh jarak antara akan
meningkatkan daya dukung, tetapi semakin tidak terjamin kerja sama
antaraelemen-elemen sebagai satu kesatuan. Berdasarkan PKKI 1961 besarnya jarak
antara 2 kalitebal elemen batang tekan. Berdasarkan uraian tersebut perlu
dilakukan penelitian tentangpengaruh jarak antara elemen batang tekan ganda
terhadap kuat tekan. Penelitian ini menggunakankayu Keruing dengan dimensi 2 x
3/10 panjang 2 m. Jarak antara elemen batang tekan ganda yangdigunakan adalah
0, 1.5, 3, 4.5 dan 6 cm. Jumlah benda uji setiap variasi jarak antara 1
buah,dengan total benda uji sebanyak 5 buah. Hubungan antara elemen batang
tekan gandamenggunakan alat sambung baut. Kondisi ujung-ujung benda uji berupa
sendi. Pembebabananyang diberikan adalah beban sentris yang diberi secara
bertahap. Dari hasil pengujian ini akandidapat data beban dan lendutan. Sebelum
dilakukan pengujian batang tekan ganda terlebih dahuludilakukan pengujian
specimen batang tekan kayu Keruing dengan ukuran 5 x 5 x 20 cm sebanyak5 buah.
Dari hasil penelitian ini didapat tegangan tekan rata-rata kayu Keruing sebesar
377,144kg/cm2. Kuat tekan batang ganda maksimum terjadi pada jarak antara 1,5
kali tebal kayu atau 4,5cm. Pada jarak antara batang tekan ganda 2 kali tebal
kayu atau 6 cm mulai mengalami penurunan,tetapi hasil ini masih lebih tinggi
dari batang tekan ganda yang tanpa jarak antara. Hasil pengujianbatang tekan
ganda lebih kecil dari hasil perhitungan teoritis dengan menggunakan
teganganabsolut yang didapat dari pengujian tekan specimen, dan lebih besar
dari hasil perhitungan teoritisdengan menggunakan tegangan ijin tekan kayu
berdasarkan PKKI 1961. Dari hasil penelitian initegangan ijin tekan pada PKKI
1961 aman untuk digunakan pada perhitungan batang tekan ganda.
Penulis: Mudji Suhardiman,
Arusmalem Ginting, Herman
Kode Jurnal: jptsipildd110248