PENGARUH HEAT ABSORBER PADA KOLEKTOR DESTILASI SURYA DENGAN KONDISI VAKUM
ABSTRACT: Destilator tenaga
surya merupakan teknologi penyulingan air untuk mendapatkan air tawar dari air
laut, teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi masalah kekurangan air pada
berbagai daerah utamanya dipesisir pantai. Penggunaan material heat absorber
adalah untuk meningkatkan serapan energi matahari dan mengangkat air
kepermukaan material untuk diuapkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan heat absorber (arang dan batu apung) pada
kolektor destilasi surya dengan kondisi pengujian bertekanan vakum. Penelitian
ini mengamati kuantitas air tawar yang dihasilkan serta mengamati kinerja
kolektor destilasi surya. Penelitian ini dilaksanakan dengan observasi langsung
untuk pengumpulan data, dilakukan pengujian langsung pada destilator surya
dengan heat absorber. Untuk keakuratan penelitian dilaksanakan secara bersamaan
untuk semua heat absorber. Penelitian ini menggunakan penutup kaca dengan
ketebalan 12 mm, untuk mengatasi tekanan vakum yang terjadi. Hasil yang
diperoleh adalah semakin kecil tekanan vakum atau semakin besar kevakuman maka
semakin besar volume kondensat rata-rata dan efisiensi rata-ratanya. Penggunaan
batu apung lebih baik dibandingkan penggunaan arang untuk semua kondisi vakum
dalam penelitian ini.
Penulis: Jamal, Sri Suwasti
Kode Jurnal: jptmesindd140439