PENGARUH ELEMEN BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PENGHUNI BAGI RUMAH KOLONIAL DI KALIANGET
Abstract: Kalianget adalah
salah satu desa yang terdapat di pulau Madura, dengan kondisi iklim tropis
sebagai berikut: suhu rata-rata 27,70C, suhu maximum rata-rata 31,60C, suhu
minimum rata-rata 25,00C, kelembaban rata-rata 84% dan kecepatan angin 25 Knots
(Sumber: BMKG). Rumah kolonial dengan berbagai tipologi banyak kita temui di
Kalianget. Sejarahnya berawal pada tahun 1899 pemerintah Hindia Belanda
membangun pabrik garam briket modern pertama di Indonesia yang terletak di
daerah ini. Kekhasan rumah kolonial yang membedakannya dengan rumah biasa
(rumah penduduk sekitar) yaitu adanya perbedaan suhu antara rumah biasa dengan
rumah kolonial berdasarkan pengukuran suhu di lapangan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh elemen bangunan terhadap kenyamanan termal
bagi penghuni rumah kolonial di Kalianget.
Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kuantitatif. Lokasi
penelitian yaitu rumah kolonial PT. Garam Kalianget yang terletak di Kecamatan
Kalianget. Pengolahan data ini menggunakan teknik statistik dengan menggunakan
tabel Szokolay, 1987 Thermal Properties of Building Materials untuk mengukur
termal bangunan berdasarkan material bangunan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pada bulan terdingin (Juli) suhu
ruangan rata-rata (Ti.av) lebih rendah daripada suhu ruangan rata-rata (Ti.av)
pada bulan terpanas (Oktober). Suhu ruangan rata-rata (Ti.av) paling rendah pada
bulan terdingin maupun bulan terpanas terjadi pada rumah tipe 1 karena elemen
bangunan berupa jendela dan pintu menggunakan material kayu sedangkan kedua
tipe rumah lainnya menggunakan material kaca. (2) Setiap bulan mempunyai suhu
udara maksimal di dalam ruangan (Ti.t) pada waktu berbeda, rumah 3 dan 1 pada
bulan Juli max Ti(t) pukul 13.00 dan pada bulan Oktober max Ti(t) pukul 12.00,
sedangkan rumah 2 pada bulan Juli dan Oktober max Ti(t) sama yaitu pukul 12.00.
Jadi rumah terpanas terjadi pada rumah 3 dikarenakan beberapa faktor sebagai
berikut: a) Luas bangunan rumah tipe 3 lebih kecil dibandingkan rumah tipe 1
dan tipe 2 yaitu 126 m2. b) Pengaruh orientasi
(posisi/arah) bangunan. c) Pengaruh banyaknya bukaan. d) Elemen bangunan
yang digunakan. (3) Kenyamanan termal pada rumah tipe 1 dan rumah tipe2 terjadi
pada pukul 21.00-08.00 WIB di bulan terdingin sedangkan pada bulan terpanas
pada pukul 01.00-06.00 WIB dan rumah tipe 3 terjadi pada pukul 22.00-07.00 WIB
di bulan terdingin sedangkan pada bulan terpanas pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Penulis: RAHMININDARI UTAMI,
KRISNA DWI HANDAYANI
Kode Jurnal: jptsipildd140510