PENERAPAN PENILAIAN KEKASARAN PERMUKAAN (SURFACE ROUGHNESS ASSESSMENT) BERBASIS VISI PADA PROSES PEMBUBUTAN BAJA S45C
Abstract: Kekasaran permukaan
sebuah benda kerja memegang peranan penting terhadap kualitas suatu produk
dalam proses pemesinan. Kekasaran permukaan diukur secara langsung menggunakan
alat pengukur kekasaran permukaan. Cara lain adalah dengan pengukuran secara
tidak langsung. Pada penelitian ini kekasaran permukaan diukur secara tidak
langsung menggunakan teknik pengolahan citra dijital yang diaplikasikan pada
proses pemesinan. Benda kerja (material baja S45C) dibubut menggunakan pahat
jenis HSS dilakukan dengan memvariasikan beberapa kondisi pemotongan. Kecepatan
potong (ν) yang digunakan adalah 53,38 m/menit, 78,50 m/menit, dan 119,32
m/menit. Pemakanan (f) yaitu 0,1 mm/rev, 0,15 mm/rev dan 0,25 mm/rev. Sedangkan
kedalaman potong ditetapkan konstan yaitu 0,5 mm. Untuk melihat pengaruh nose
radius (rε) terhadap kekasaran permukaan maka digunakan pahat yang mempunyai
nose radius 0,4 mm dan 0,8 mm. Setelah selesai pemotongan akan dilakukan pengukuran kekasaran
permukaan menggunakan surface tester. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan
citra permukaan benda kerja menggunakan kamera dijital biasa. Citra ini
kemudian diolah dan dianalisis profil intensitasnya dengan menggunakan
perangkat lunak MATLAB 7.0. Dari pengukuran kekasaran permukaan menggunakan
surface tester dan analisis citra dijital diperoleh perbandingan kekasaran
permukaan beberapa spesimen. Selisih
kekasaran permukaan hasil pengukuran dan analisis citra di antara 0,0018 –
0,0136 µm (sangat kecil). Kekasaran permukaan spesimen 3 (pada v=53,38
m/menit; f=0,1 mm/rev; rε=0,4 mm) hasil
pengukuran adalah 3,22 (µm) sedangkan hasil analisis citra adalah 3,2336
(µm). Pada spesimen dengan nomor citra 6
(v=53,38 m/menit; f=0,1 mm/rev; rε=0,8
mm) kekasaran permukaan yang diperoleh
dari pengukuran adalah 2,50 (µm) dan hasil analisis citra adalah 2,5044 (µm).
Pada spesimen dengan nomor citra 13 (v=119,32 m/menit; f=0,25 mm/rev; rε=0,4 mm) kekasaran permukaan
yang diperoleh dari pengukuran adalah
2,15 (µm) dan nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari hasil analisis
citra adalah 2,1518 (µm). Spesimen dengan nomor citra 15 (v=119,32 m/menit;
f=0,1 mm/rev; rε=0,4 mm) nilai kekasaran permukaan pengukuran adalah 2,86 (µm)
dan nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari hasil analisis citra adalah
2,8524 (µm).
Penulis: Yanuar Burhanuddin
Kode Jurnal: jptmesindd130548