PENENTUAN PERSENTASE PENINGKATAN BIAYA TENAGA LISTRIK PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA AKIBAT TEGANGAN TIDAK SEIMBANG
ABSTRACT: Penelitian ini
bertujuan menentukan persentase peningkatan biaya tenaga listrik pada motor
induksi tiga fasa yang diakibatkan tegangan tidak seimbang. Dalam pengujian
laboratorium, dibuat simulasi tegangan tidak seimbang sebagai masukan motor
induksi tiga fasa 1000 W. Pada beban nominal konstan, tegangan tidak seimbang
dibuat bervariasi dengan persentase ketidakseimbangan mulai dari 0 hingga 5 %.
Data yang diperoleh dari pengujian laboratorium adalah data tegangan stator,
arus rotor tidak seimbang, dan daya masukan. Dari hasil penelitian diketahui
bahwa tegangan tidak seimbang pada motor induksi tiga fasa menyebabkan
peningkatan rugi daya dan peningkatan biaya tenaga listrik. Pada tegangan
seimbang nominal dengan beban 55,1 % dari beban nominal atau daya keluaran 551
W, motor menyerap daya listrik 770 W termasuk rugi daya 219 W. Pada
ketidakseimbangan tegangan 1 %, rugi daya meningkat dari 219 W menjadi 228 W
atau meningkat 4,110 %, dan efisiensi menurun dari 71,559 % menjadi 70,732 %.
Dengan tarif listrik Rp 800 per kWh, biaya tenaga listrik pada tegangan
seimbang nominal per tahun adalah Rp 3.696.000. Pada ketidakseimbangan tegangan
1 %, biaya tenaga listrik meningkat Rp 43.200 atau meningkat 1,169 % per tahun.
Pada ketidakseimbangan tegangan 5 %, rugi daya meningkat 31,050 %, efisiensi
menurun menjadi 65,752 %, dan biaya tenaga listrik meningkat Rp 326.400 atau
meningkat 8,831 % per tahun.
Penulis: Syarifuddin
Kode Jurnal: jptmesindd130536