PEMBUATAN BIOETHANOL DARI UMBI GANYONG (CANNA EDULIS KERR) DENGAN PENAMBAHAN PUPUK UREA SEBAGAI BAHAN BAKAR EXTENDER PREMIUM
Abstrak: Kebutuhan energi
dari bahan bakar
minyak bumi di
berbagai negara di
dunia dalam tahun terakhir ini mengalami peningkatan tajam. Tidak hanya pada
negara - negara maju, tetapi juga di
negara berkembang seperti Indonesia. Untuk mengatasi terjadinya krisis energi
di Indonesia yang
akan datang, perlu dikembangkan
energi alternatif baru
yang dapat diperbaharui
seperti pembuatan bioethanol. Bioethanol
sangat berpotensi dikembangkan di Indonesia, karena didukung oleh potensi
lahan yang luas, sumberdaya manusia, keanekaragaman hayati, dan
sumberdaya alam yang melimpah. Bahan yang belum dimanfaatkan secara
maksimal sebagai penghasil sumber
karbohidrat adalah umbi ganyong.
Ganyong (Canna edulis Kerr)
adalah tanaman yang
cukup potensial sebagai
sumber karbohidrat, maka
sudah sepatutnya
dikembangkan. Oleh karena
itu penelitli melakukan
penelitian ini untuk
memaksimalkan potensi umbi ganyong
menjadi bioethanol yang bisa digunakan
sebagai sumber energi
alternatif untuk bahan bakar
extender premium.
Pembuatan bioethanol dari
umbi ganyong ini
merupakan penelitian eksperimen
yang dilakukan dengan empat
tahap proses. Tahap
persiapan, yaitu bersihkan
umbi ganyong dari
kotoran selanjutnya potong kecil-kecil.
Tahap sakarifikasi, ganyong
sampai mencapai suhu
100oC selama 1
jam. Lalu 500 gram
umbi ganyong diblender
dengan ditambahkan 1000
ml air. Tahap
fermentasi, setelah bubur
dingin tambahkan ragi sebanyak 14 gram dan ditambahkan variasi pupuk
urea yaitu 5 gram, 10 gram, 15
gram, 20 gram, 25
gram. Setelah mendapatkan
berat pupuk urea
yang tepat, lalu
dilakukan proses distilasi dengan skala
besar. Agar mendapatkan
kadar bioethanol diatas 90% maka
dilakukan distilasi bertingkat dengan
menambahkan garam dan silika gel. Selanjutnya bioethanol akan diuji
karakteristiknya.
Hasil dari penelitian
ini didapatkan penambahan pupuk
urea merk Urea Indonesia pada fermentasi umbi
ganyong yang optimal
sebanyak 15 gr dan menghasilkan kadar bioethanol tertinggi dengan kadar
rata-rata sebesar 35,67% untuk
dilanjutkan ke pembuatan bioethanol dalam skala
besar. Pada proses pembuatan boethanol skala besar
dibutuhkan empat kali
tahapan proses distilasi
bertingkat sehingga menghasilkan kadar bioethanol diatas 90%. Sementara
itu hasil uji karakteristik bioethanol dari umbi ganyong dengan penambahan pupuk urea merk
Urea Indonesia diperoleh hasil
kadar bioethanol sebesar
94%, nilai kalori
sebesar 5985,22 Kcal/kg, flash point
13oC, pour point -53oC, densitas
0,8335 gr/cm3 dan viskositas 4,0559
cPs. Karakteristik dari penelitian
ini bisa dikatakan
hampir sama dengan karakteristik dari bioethanol murni.
Penulis: MUH YUSUF BAHTIAR,
AISYAH ENDAH PALUPI
Kode Jurnal: jptmesindd140304