MODEL PENELUSURAN BANJIR METODE GABUNGAN MUSKINGUM-CUNGE DAN O’DONNEL SERTA METODE MUSKINGUM EXTENDED PADA SUNGAI SAMIN DENGAN KETERBATASAN DATA AWLR DI HULU
Abstrak: Model penelusuran
banjir merupakan perhitungan hidrograf aliran di suatu lokasi sungai yang
didasarkan pada hidrograf aliran di lokasi lain. Data yang dibutuhkan dalam penelusuran banjir
Metode Muskingum adalah hidrograf aliran di hulu dan hilir. Data tersebut
digunakan untuk mengestimasi besarnya parameter penelusuran. Syarat agar Metode
Muskingum dapat digunakan adalah dengan tidak adanya aliran lateral yang masuk
ke sungai utama. Permasalahan yang muncul pada proses penelusuran banjir adalah
ketidaktersediaan data hidroraf terukur di hulu-hilir dan adanya aliran
lateral. Model penelusuran banjir yang memperhitungkan adanya aliran lateral
adalah Metode Muskingum Extended dan Metode Gabungan O’Donnel dan
Muskingum-Cunge. Penelitian ini dilakukan dengan cara analisis desktiptif
kuantitatif. Analisis dilakukan dengan mengaplikasikan dua metode yaitu metode
Muskingum Extended dan Metode Gabungan O’Donnel dan Muskingum-Cunge pada Sungai
Samin. Inflow yang digunakan berupa hidrograf aliran hasil estimasi menggunakan
metode HSS Gama 1. Sungai Samin berada di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten
Sukoharjo Propinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam analisis diperoleh
dari Balai Besar Wilayah Sungai Surakarta, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air
(PSDA) dan Perum Jasa Tirta 1 Surakarta. Hasil penelitian penelusuran banjir
pada Sungai Samin untuk kejadian 23 April 2011 menggunakan Metode Muskingum
Extended dan Metode Gabungan O’Donnel Dan Muskingum-Cunge berturut-turut
menghasilkan nilai kesesuaian antara hasil simulasi dengan hasil pengamatan
sebesar =32,34%, =13,96%, = 0%, =14,20%, =14,20%, dan =40%. Perhitungan
penelusuran banjir untuk kejadian tanggal 30 April 2011 menghasilkan nilai
kesesuaian sebesar =15,36%, =34,04%, =20%, =12,74%, =32,77%, dan =40%.
Berdasarkan data yang ada, kedua metode dapat digunakan untuk menghitung
besarnya debit puncak, sedangkan untuk menghitung waktu konsentrasi dan
besarnya volume di Sungai Samin tidak disarankan.
Penulis: Agus Suryono, Sobriyah,
Siti Qomariyah
Kode Jurnal: jptsipildd150282