KONTRIBUSI KONTRAKTOR TERHADAP PENGURANGAN RESIKO KEGAGALAN BANGUNAN AKIBAT GEMPA DI KOTA PADANG
Abstract: Sumber data yang
didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dampak bencana gempa bumi
30 september 2009 di Sumatera Barat terdapat kerusakan fisik terparah akibat
gempa pada tanggal tersebut, yaitu kerusakan bangunan terutama Bangunan
Konstruksi Gedung. Amir Partowiyatmo & Tri Harso Karyono (2008), dalam tema
“Pesan Hari Standar Dunia Ke-39 : Intelligent dan Sustainnable Buildings”,
mengatakan bangunan yang rusak akibat bencana alam seperti gempa diantaranya
disebabkan karena bangunan-bangunan tersebut belum menerapkan standar secara
baik dan benar. Fakta dampak gempa besar di Kota Padang menunjukkan tidak semua
bangunan konstruksi gedung yang runtuh, dampak gempa pada bangunan konstruksi
sangat tergantung dengan kualitas konstruksi. Menurut James Lewis (2001),
mengatakan ketahanan struktur pada bangunan yang dirancang, untuk gempa bumi
tergantung pada nilai-nilai yang telah ditentukan.Menurut Drajat Hoedayanto
(2009), mengatakan salah satu kerusakan dan keruntuhan bangunan sipil akibat
gempa adalah karena kesadaran kebijakan yang ada karena kurangnya kesadaran
dari pejabat terkait, Industri konstruksi, praktisi konstruksi dan ahli
konstruksi.Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan untuk mengambil
kebijakan-kebijakan konstruksi yang berpengaruh terhadap resiko dan menjadi
masukan untuk membangun kamampuan kontraktor dalam berkonstribusi positif
terhadap upaya-upaya dalam pengurangan resiko kegagalan bangunan. Penelitian
ini menganalisis kontribusi kontraktor diteliti berdasarkan kategori pada
pelaksanaan proyek konstruksi yaitu Sumber Daya Manusia, Metoda, Peralatan dan
Material. Dimana ke empat katagori yang dimaksud yaitu sumber daya manusia
dinilai berkontribusi (71,9%), Metoda (79,84%), Peralatan (70%), Material
(93,33 %), secara umum kontraktor telah berkontribusi terhadap pengurangan
resiko kegagalan bangunan. Hasil uji statistik dipeoleh p – Value = 0,000 pada
masingmasing katogori dengan nilai OR sebesar sumber daya manusia ( OR = 1,923
), metoda ( OR = 7,259 ), Peralatan (1,709 ), dan material (5,127). Ke empat
katagori ini mempunyai hubungan keterkaitan terhadap pengurangan resiko
kegagalan bangunan akibat gempa
Penulis: Resi Elfitri, Akhmad
Suraji, Abdul Hakam
Kode Jurnal: jptsipildd160130