KONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG TENTANG DASAR MEKANIKA
ABSTRACT: Mengingat masih
rendahnya pemahaman konsep dasar mekanika, maka selayaknya penanganan proses
pembelajaran kinematika dan dinamika harus dilakukan dengan strategi dan model
pembelajaran yang baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Haryanto (2003) yang
mengemukakan strategi belajar mengajar akan menentukan proses belajar mengajar
yang akhirnya menentukan hasil belajar. Hasil belajar mahasiswa sangat erat
kaitannya dengan pemahaman konsep mahasiswa, pemahaman konsep yang baik akan
meningkatkan hasil belajar hasil belajar mahasiswa. Untuk dapat meningkatkan
pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep dasar mekanika serta
memperbaiki kesalaman mahasiswa dalam
memahami konsep dasar mekanika, maka identifikasi terhadap konsepsi dasar
mekanika mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri
perlu dilakukan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif studi kasus di
Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri
Malang. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Fakultas
Teknik Universitas Negeri Malang yang menempuh matakuliah Mekanika Bahan pada
Semester Gasal 2012/2013. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah Tes
Dasar Mekanika dan wancara klinis. Analisis dilakukan dari hasil temuan
penelitian dari hasil tes.Hasil penelitian ini adalah (1) Konsepsi mahasiswa
Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang tentang
konsep-konsep yang terdapat dalam dasar mekanika ditinjau dari perkembangan
kognitif mahasiswa masih tergolong rendah; (2) Miskonsepsi yang dialami
mahasiswa terjadi karena kemampuan mahasiswa dalam berlogika masih lemah.
Mahasiswa masih memahami secara teori di buku dan belum memahami dan melogika
penerapannya secara sederhana; (3) Kesulitan-kesulitan yang dialami mahasiswa
dikarenakan mahasiswa belum paham
tentang konsep secara logika. Mahasiswa masih memahami sebatas teori, belum
aplikasinya; (4) Faktor-faktor yang merupakan penyebab miskonsepsi yang dialami
mahasiswa adalah pemahaman yang masih rendah, logika mahasiswa yang belum kuat,
dan minimnya contoh aplikasi yang dipahami mahasiswa.
Penulis: Didik Nurhadi
Kode Jurnal: jptmesindd130417